News
Sabtu, 15 Februari 2020 - 01:20 WIB

Begini Mensos Juliari Batubara Kurangi Kemiskinan...

Rahmat Wibisono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Tangkapan layar Menteri Sosial Juliari P. Batubara saat menyalurkan Program Sembako di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. (Instagram--@juliaribatubara)

Solopos.com, SEMARANG — Kemensos memastikan akan berkontribusi dalam kegiatan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Di dalam agenda Kemensos Cegah Stunting yang digagas Menteri Sosial Juliari P. Batubara terdapat Program Sembako.

Stunting atau kerap disebut kekurangan gizi adalah kondisi di mana pertumbuhan anak usia dini atau ibu hamil menjadi lambat. Hal ini disebabkan karena angka kemiskinan yang tinggi.

Advertisement

Seperti yang diunggah Instagram @event.semarang, Jumat (14/2/2020), Mensos Juliari Batubara akan menyalurkan bantuan sembako di Kelurahan Bojongsalam, Semarang Barat. Sebelumnya ia telah mendatangi Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Mobil Diseruduk Truk di Bawen Bak Film Transformers

Sebelum dikenal sebagai Program Sembako, pada tahun 2018 disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bansos Sastra yang baru diterapkan pada tahun 2019. Kemudian, Kementrian Sosial melakukan modifikasi menjadi Program Sembako yang tahun 2020 ini akan diberikan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Kemensos mencatat sekitar 15,6 juta keluarga mendapat bantuan Program Sembako. Tahun ini, anggaran yang diberikan kepada Kemensos senilai Rp28 triliun.

Advertisement

Setiap keluarga nantinya akan diberi Rp150.000/bulan. Sedangkan pada tahun sebelumnya, yaitu tahun 2019, setiap keluarga hanya menerima Rp110.000/bulan karena anggaran yang diberikan hanya Rp20,4 triliun.

Setiap Hari Ada 6 Janda Baru di Jepara, Setiap 3 Hari Ada Pemohon Dispensasi

Bahan pangan yang diberikan pun berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, setiap keluarga akan mendapat bahan pangan Empat Sehat Lima Sempurna seperti sayur, ayam, telur, beras, jagung, daging, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Sedangkan tahun 2019 hanya diberi beras dan telur.

"Dengan adanya peningkatan gizi, tingkat stunting akan berkurang," ungkap Juliari Batubara yang terpantau Semarangpos.com, Kamis (14/2/2020). (Dhina Cantya/Semarangpos.com)

Advertisement

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif