News
Kamis, 31 Maret 2016 - 16:30 WIB

KURS RUPIAH : The Fed Hati-Hati, Rupiah Ditutup Menguat 17 Poin

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pergerakan kurs rupiah (Dwi Prasetya/JIBI/Bisnis)

Kurs rupiah ditutup menguat hari ini seiring sikap hati-hati The Fed dalam menaikkan suku bunga hari ini.

Solopos.com, JAKARTA — Kurs rupiah akhirnya menguat dalam perdagangan hari ini, Kamis (31/3/2016), seiring sikap bank sentral AS, The Fed, yang berhati-hati dalam menaikkan suku bunga tahun ini. Rupiah hari ini ditutup di level Rp13.239/dolar AS atau menguat 17 poin (0,13%).

Advertisement

Rupiah menguat signifikan di saat indeks dolar AS melemah setelah pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen yang menyatakan kehati-hatiannya dalam menentukan jadwal kenaikan suku bunga pada tahun ini. Pasar juga tampaknya merespons positif Paket Kebijakan Ekonomi XI yang dirilis pemerintah.

Bloomberg Dollar Index mengemukakan saat dibuka hari ini, Kamis (31/3/2016) rupiah menguat 1 poin atau 0,01% ke Rp13.255/dolar AS. Selanjutnya pada pukul 08.02 WIB, rupiah melemah 13 poin atau 0,10% Rp13.269/dolar AS.

Sebelumnya, indeks dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu atau Kamis pagi melemah hingga terlempar ke level 94. Indeks dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu melemah 0,34% ke level 94,841.

Advertisement

“Indeks dolar terus turun, peluang kenaikan Fed Rate kembali turun,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima hari ini, Kamis (31/3/2016).

Indeks dolar, ujarnya, melanjutkan pelemahannya setelah pernyataan Gubernur bank sentral AS janet Yellen kemarin malam. Naiknya inflasi tahunan Jerman, tambahnya, juga mendorong penguatan euro terhadap dolar.

Sementara itu harga minyak kembali naik setelah sebelumnya tertekan oleh berita kenaikan produksi minyak harian AS. “Sentimen pelemahan indeks dolar diperkirakan berlanjut di Asia di perdagangan hari ini,” kata Rangga.

Advertisement

Dia mengatakan pasar uang saat ini menunggu estimasi inflasi Zona Euro hari ini untuk Maret 2016, yang diperkirakan terpangkas deflasinya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif