News
Rabu, 24 Agustus 2016 - 09:30 WIB

Kurs Rupiah Berbalik Melemah ke Rp13.250/US$

Redaksi Solopos.com  /  Haryo Prabancono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi menghitung uang tunai rupiah (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)

Kurs rupiah dibuka melemah 28 poin atau 0,21% ke Rp13.250/US$.

Solopos.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,21% atau 28 poin ke Rp13.250/US$ pada perdagangan hari ini, Rabu (24/8/2016).

Advertisement

Sebelumnya rupiah ditutup menguat tipis 0,03% atau 4 poin ke posisi Rp13.222/US$  pada perdagangan Selasa (23/8/2016). Sepanjang perdagangan kemarin rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp13.199 – Rp13.235/US$. Penguatan rupiah itu bertolak belakang dengan US Dollar Index yang terpantau melemah 0,13 poin ke level 94,39 pada pukul 16.18 WIB.

Sementara itu, penguatan rupiah juga sejalan dengan penguatan mata uang negara Asia lainnya. Hampir seluruh mata uang Asia menguat. Terlihat dolar Singapura menguat 0,001, dolar Taiwan menguat 0,07%, peso Filipina menguat 0,10%, rupee India menguat 0,09% dan baht Thailand menguat 0,06%.  Kemudian, won Korea Selatan juga menguat 10,87% dan yen Jepang menguat 0,16%.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, mengatakan pergerakan rupiah memang bervariasi dan cenderung menguat tipis. “Investor masih ragu-ragu, soal the Fed yang akan menaikan suku bunga,” jelasnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (23/8/2016).

Advertisement

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, mengatakan pernyataan pejabat tinggi the Fed mengenai perekonomian AS yang terus membaik ternyata tidak terlalu solid untuk mempertahankan kembalinya penguatan indeks dolar.

Pasca kebijakan moneter, saat ini fokus tertuju pada kebijakan fiskal. Pencapaian tax amnesty dan  rencana penghematan APBN menjadi yang utama selain usaha-usaha pemerintah lain untuk mendulang pendapatan pajak seperti rencana kenaikan cukai rokok atau jumlah wajib pajak.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif