News
Senin, 8 Mei 2023 - 13:47 WIB

KTT ASEAN 2023: Presiden Jokowi Minta Kasus Perdagangan Orang Diberantas Tuntas

Mariyana Ricky P.D  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi pers keterangan Presiden tentang persiapan akhir KTT ASEAN 2023, yang disiarkan langsung dalam Breaking News KompasTV, Senin (8/5/2023) pukul 13.15 WIB. (Tangkapan Layar/Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa kejahatan perdagangan manusia harus diberantas tuntas dari hulu ke hilir, dalam konferensi pers keterangan Presiden tentang persiapan akhir KTT ASEAN 2023, yang disiarkan langsung dalam Breaking News KompasTV, Senin (8/5/2023) pukul 13.15 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan tiga hal, yang pertama terkait perdagangan manusia, kedua terkait kasus penipuan WNI di Myanmar dan ketiga, evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Sudan.

Advertisement

“Indonesia mengusung isu yang dibahas dalam KTT adalah pemberantasan perdagangan manusia, utamanya online scam,” kata Jokowi.

Kepala Negara melanjutkan baru-baru ini pemerintah menyelamatkan 20 WNI korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dari Myanmar. 

Advertisement

Kepala Negara melanjutkan baru-baru ini pemerintah menyelamatkan 20 WNI korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dari Myanmar. 

Penyelamatan tersebut, sambungnya, tidak mudah karena lokasi penyekapan WNI berada di wilayah konflik. 

Kemudian, sambung Presiden, pada 5 Mei 2023 lalu, otoritas Filiphine dan perwakilan negara lainnya, termasuk Indonesia, berhasil menyelamatkan 1.048 orang dari 10 negara, di mana 143 di antaranya dari Indonesia.

Advertisement

Kedua, ihwal Myanmar, Presiden menyebut kondisinya sangat kompleks dalam tujuh dekade terakhir. Indonesia sebagai ketua ASEAN terus mendorong implementasi five-point consensus adalah konsensus lima poin antara Presiden Jokowi dan pimpinan junta militer Myanmar.

Salah satu poin dalam konsensus itu terkait bantuan kemanusiaan. “Berbagai upaya telah kami lakukan, salah satunya, Indonesia mampu memfasilitasi AHA Center – Asean Coordinating Centre For Humanitarian Assistance yang sempat tertunda cukup lama karena masalah akses,” ungkapnya.

AHA Center bersama tim monitoring ASEAN akan menyerahkan bantuan kemanusiaan, namun di tengah perjalanan terjadi baku tembak menembak.

Advertisement

“Yang ingin saya tegaskan, ini tidak akan menyurutkan tekad ASEAN, termasuk Indonesia untuk meminta Myanmar menghentikan kekerasan, stop using force and violence, rakyat akan menjadi korban, tidak akan ada yang menang, selain duduk bersama dan membuka ruang dialog solusi bersama,” tegas Jokowi.

Terakhir, Presiden membahas mengenai proses evakuasi WNI dari Sudan yang tengah dilanda konflik.

Menurutnya, di tengah berbagai kesulitan, pemerintah berhasil mengevakuasi per hari ini sebanyak 969 jiwa, di mana 936 di antaranya telah pulang kembali ke Tanah Air.

Advertisement

Sementara 33 orang sisanya berada di lokasi aman di luar Sudan. “Ke depan perlindungan WNI akan terus kita tingkatkan,” pungkas Presiden.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif