News
Jumat, 30 November 2012 - 02:08 WIB

Krisis Suriah: 2 Pasukan PBB Terluka, Damaskus Bersiap Isolasi Diri

Redaksi Solopos.com  /  Rini Yustiningsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

DAMASKUS – Dua pasukan penjaga perdamaian PBB dari Austria terluka saat menuju Dataran Tinggi Golan perbatasan Suriah-Israel, Kamis (29/11/2012) waktu setempat.
Menurut keterangan kementerian pertahanan Austria di Wina, konvoi pasukan PBB tersebut menjadi sasaran tembak saat melintasi daerah dekat Bandara Internasional Damaskus.
Saat insiden terjadi, tengah berlangsung pertempuran antara pasukan pemberontak Suriah dan pasukan pendukung Presiden Bashar al-Assad.
Terpisah, seorang pejabat Uni Eropa (UE) mengatakan tampaknya menyiapkan pasukannya di sekitar Damaskus. Langkah ini kemungkinan diikuti upaya mengisolasi Ibu Kota dengan menempatkan pos-pos pemeriksaan di setiap titik masuk.
“Pemberontak terus menyerang tapi itu tetap sedikit lambat. Kami pikir hari-hari ini belum berakhir,” tutur pejabat yang tak bersedia disebut identitasnya itu.
“Di sekitar Damaskus ada banyak suara mortir dan lebih banyak serangan. Rezim berpikir untuk melindungi diri sendiri dengan pos-pos pemeriksaan dalam beberapa hari mendatang. Tampaknya rezim bersiap menghadapi pertempuran besar di Damaskus.
Selain tanpa berimbas pada pasukan perdamaian PBB, pertempuran dekat Bandara Damaskus itu juga memblokade bandara. Sejumlah maskapai penerbangan internasional telah membatalkan penerbangan mereka dengan tujuan Damaskus.
Maskapai Emirates yang berbasis di Dubai menyebut pembatalan penerbangan mereka ke Damaskus hingga “ada pemberitahuan lebih lanjut”
Sementara pihak maskapai EgyptAir, Mesir, mengatakan mereka telah membatalkan semua penerbangan ke Damaskus pada Jumat (30/11/2012), hingga ada “kepastian situasi” di sekitar bandara.
Pertempuran di sekitar Bandara Damaskus itu selain memblokade akses dari dan ke bandara dengan Ibu Kota, juga menyebabkan sambungan komunikasi dan internet di Damaskus terganggu. Bahkan pada tengah malam Kamis, koneksi internasional di Damaskus putus total.
Gangguan ini tampaknya merupakan yang terburuk sejak pemberontak di Suriah pecah 20 bulan silam.
Menurut menteri informasi Suriah di televisi pemerintah, “teroris” bertanggung jawab atas gangguan komunikasi tersebut.
(Niken Ari Purwanti/JIBI/SOLOPOS/Reuters)

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif