News
Selasa, 18 Oktober 2016 - 23:40 WIB

KONFLIK TIMUR TENGAH : Suriah dan Rusia Dihentikan Serangan Udara di Aleppo

Redaksi Solopos.com  /  Septina Arifiani  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Kondisi Kota Aleppo (Reuters)

Serangan udara di Aleppo Suriah dihentikan pada Selasa (18/10/2016).

Solopos.com, MOSKOW – Suriah dan Rusia menghentikan serangan udara di Kota Aleppo, Suriah, Selasa (18/10/2016). Langkah tersebut dilakukan untuk memberi akses warga dan pemberontak keluar dari kota itu. Sehari sebelumnya, Rusia menyatakan akan menghentikan serangan selama delapan jam.

Advertisement

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan penghentian serangan dilakukan mulai pukul 10.00 waktu setempat untuk menjamin keamanan di enam koridor dalam upaya evakuasi warga dan persiapan untuk pemindahan warga yang sakit dan terluka.

Shoigu mengungkapkan militan diduga bakal meninggalkan Aleppo dengan senjata mereka melalui dua koridor khusus, di Castello Road dan pasar Al-Khai Souq. Pasukan Suriah akan ditarik untuk memungkinan pemberontak keluar tanpa hambatan.

“Kami menyerukan semua pemimpin negara-negara yang terlibat dengan kelompok bersenjata di wilayah timur Aleppo untuk menyakinkan mereka menghentikan aksi militer dan meninggalkan kota,” kata Shoigu seperti dilansir Reuters.

Advertisement

Ia menambahkan para pakar militer bakal bertemu di Jenewa, Rabu (19/10/2016), memulai upaya dalam memisahkan teroris dari oposisi moderat Suriah.

Tolak Keluar
Menanggapi penghentian serangan udara itu Zakaria Malahifji dari kelompok pemberontak Fastaqim mengutarakan faksinya sepenuhnya angkat kaki dari Aleppo. “Itu menyerah,” katanya.

Komandan kelompok pemberontak Ahrar al-Sham, Al-Farouk Abu Bakr, juga mengungkapkan hal serupa. Ia mengatakan pihaknya memilih bertahan.

Advertisement

“Saat kami mengangkat senjata ketika revolusi untuk membela warga kami yang diabaikan dimulai, kami berjanji pada Tuhan akan meletakkan [senjata] hingga runtuhnya rezim kriminal ini,” katanya dimaksudkan untuk pemerintahan presiden Suriah, Bashar al-Assad.  Ia juga menegaskan tidak ada teroris di Aleppo.

Pada satu sisi, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pesawat-pesawat Rusia meluncurkan serangan di Aleppo, Selasa pagi namun setelah itu terhenti.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif