News
Rabu, 25 Februari 2015 - 02:30 WIB

KONFLIK INTERNAL PARTAI GOLKAR : Kubu Ical akan Tempuh Kasasi

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Yusril Ihza Mahendra (JIBI/SOLOPOS/Antara)

Konflik internal Partai Golkar masih berlanjut. Setelah kalah di PN Jakarta Barat, kubu Ical masih akan menempuh upaya hukum lain.

Solopos.com, JAKARTA — Kuasa Hukum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical), Yusril Ihza Mahendra, akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) perihal putusan sela Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat yang menolak gugatannya.

Advertisement

“Kami akan menandatangani akta kasasi besok dan segera menyusun materi agar cepat dikirim ke Mahkamah Agung [MA] besok. Kasasi akan diperiksa 30 hari,” katanya dalam jumpa pers, Selasa (24/2).

Dalam menempuh kasasi, paparnya, kubu Ical yakin menang karena mahkamah partai yang dipimpin oleh Muladi tidak bisa bersidang karena hakimnya tidak lengkap. “Selain itu juga tidak independen,” katanya.

Meski demikian, kubu Ical tetap akan mendatangi sidang mahkamah partai, Rabu (25/2/2015). “Kita akan datang besok. InsyaAllah,” kata Aziz Syamsuddin, juru runding Ical di Kompleks Gedung Parlemen.

Advertisement

Diketahui, kubu Ical sudah dua kali absen dalam sidang mahkamah partai yang digelar di DPP partai dengan lambang beringin itu. Dalam dua kali sidang, hanya kubu Agung yang hadir lengkap dengan fungsionarisnya.

Sesuai dengan salinan putusan, amar putusan PN Jakbar tidak jauh berbeda dengan amar putusan PN Jakpus yang juga menolak gugatan kubu Agung. Kedua pengadilan itu menolak gugatan dua kubu Golkar yang sedang berseteru.

Kubu Agung menggugat keabsahan kubu Ical yang menyelenggarakan Munas IX Golkar Bali. Sebaliknya, kubu Ical menggugat kubu Agung yang menyelenggarakan munas IX Golkar di Jakarta.

Advertisement

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim PN Jakbar Oloan Harianja mengungkapkan bahwa pengadilan negeri tidak mempunyai kompetensi mengadili dualisme partai. keputusan itu, sesuai dengan UU No. 2/2011 tentang Partai Politik, pasal 32 yang menyatakan sengketa partai harus diselesaikan di internal partai.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif