News
Selasa, 18 Juni 2013 - 06:07 WIB

KENAIKAN HARGA BBM : Mahasiswa Bertekad Turunkan SBY

Redaksi Solopos.com  /  Rahmat Wibisono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Mahasiswa Medan demonstrasi menolak kenaikan harga BBM, Senin (17/6/2013). (JIBI/SOLOPOS/Antara)

Mahasiswa Medan demonstrasi menolak kenaikan harga BBM, Senin (17/6/2013). (JIBI/SOLOPOS/Antara)

MEDAN — Mahasiswa Medan bertekad menurunkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jika pemerintah benar-benar menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Tekad itu mereka sampaikan setelah menggelar aksi unjuk rasa menentang rencana kenaikan hargaBBM hingga Selasa (18/6/2013) dini hari.

Advertisement

Ratusan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di kampus Universitas Sumatra Utara sempat bentrok dengan aparat kepolisan, Senin (17/6/2013). Mahasiswa melakukan perlawanan terhadap barikade polisi dengan menggunakan batu, molotov cocktail dan kembang api hingga akhirnya polisi terpaksa mundur.

Aksi  unjuk rasa tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas di Medan, seperti Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas HKBP Nomensen, Universitas Darma Agung (UDA) Medan, dan Akademi Manajemen Informatika Komputer Medan Business Politechnyic (AMIK MBP). Pada awalnya, aksi unjuk rasa berjalan lancar, namun di tengah-tengah jalannya aksi unjuk rasa terjadi provokasi yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal. Akhirnya koordinator aksi pun mengundurkan diri.

“Tadi kami sempat ribut juga di antara kami karena ada provokasi tetapi akhirnya solid lagi. Di Kampus Nomensen malah lebih parah, ada 77 mahasiswa yang ditangkap polisi karena demo,” ungkap salah seorang demonstran yang berasal dari Universitas Darma Agung Medan Syahrial.

Advertisement

Menurutnya, mahasiswa gabungan dari beberapa kampus tersebut berencana untuk merapatkan barisan kembali. Mereka akan menggelar unjuk rasa dalam waktu dekat dengan massa yang lebih banyak lagi. Mereka akan terus melakukan aksi unjuk rasa meskipun rapat paripurna DPR, Senin malam, telah mengesahkan anggaran pendapatan dan belanja perubahan (APBN-P) 2013 yang menghapuskan subsidi BBM.

“Nanti kami rapat gabungan, meskipun kami bukan lagi demo BBM, kami akan melakukan demo menurunkan SBY,” ujarnya kepada wartawan Bisnis Indonesia (Grup SOLOPOS), seusai unjuk rasa Selasa dini hari.

 

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif