News
Sabtu, 27 April 2013 - 06:55 WIB

KENAIKAN HARGA BBM : Hiswana Migas Harapkan BBM Satu Harga

Redaksi Solopos.com  /  Maya Herawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Foto Ilustrasi Pembeli Bensin Premium JIBI/Bisnis Indonesia/Andi Rambe

Foto Ilustrasi Pembeli Bensin Premium
JIBI/Bisnis Indonesia/Andi Rambe

JOGJA–Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berharap agar bahan bakar minyak (BBM) terutama bensin premium bisa dijual satu harga.

Advertisement

Rencana pemerintah untuk memberlakukan bensin premium dua harga yaitu Rp4.500 dan Rp6.500 mulai Mei 2013 dinilai menyulitkan.

Pihak Hiswana, pemerintah daerah dan Pertamina memang sudah melakukan koordinasi terutama terkait teknis apabila kebijakan tersebut jadi diberlakukan. “Koordinasi itu hanya untuk jaga-jaga saja, kami tetap masih mengharapkan hanya di jual dengan satu harga aja, misalnya Rp6.000 seperti 2008 lalu,” ujar Ketua Hiswana DIY Siswanto, Jumat(26/4).

Menurut Siswanto, jika premium di tetapkan dua harga maka akan sangat menyulitkan mereka yang berada di lapangan. Terutama ketika para pengusaha SPBU harus menghadapi para pengecer.

Advertisement

“Kesulitan kami nantinya ketika menghadapi pengecer, kebijakan ini akan sangat menyulitkan kami,” katanya.

Marketing Branch Manager PT. Pertamina Yogyakarta Muhhamad Nur Zain mengatakan saat ini Pertamina masih melakukan evaluasi terhadap SPBU di DIY guna menentukan SPBU mana yang akan menjual premium dengan harga Rp4.500 dan premium dengan harga Rp6.500.

“Kami akan pertimbangkan prinsip ekonomi suatu daerah, misalnya jika lokasi SPBU tersebut dekat dengan terminal, maka SPBU tersebut akan menjual BBM yang Rp4.500 karena plat kuning atau angkutan di perbolehkan membeli BBM tersebut, ” katanya, Jumat(26/4).

Advertisement

Menurutnya, meski akan ada pengaturan, namun pihak Pertamina akan mencoba untuk mencari solusi agar pengaturan tersebut tetap mudah bagi masyarakat dan juga mudah dalam hal pengawasan.

“Pengaturannya masih kami bahas dan kami masih menerima masukan-masukan dari SPBU,” katanya.

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif