News
Minggu, 24 September 2017 - 04:00 WIB

Kemampuan Baca dan Matematika 617 Juta Anak di Bawah Minimum

Redaksi Solopos.com  /  Ayu Prawitasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi perpustakaan keliling. (JIBI/Harian Jogja/Solopos)

Unesco melaporkan hasil surveinya.

Solopos.com, PARIS— United Nations Educational Scientific dan Cultural Organization (UNESCO) Institute for Statistics (UIS) melaporkan kemampuan membaca dan matematika 617 juta anak di dunia di bawah minimum.

Advertisement

Angka paling tinggi di Sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan serta Tengah menurut laporan yang disiarkan Kamis (21/9/2017) seperti dilansir Antara.

UIS yang memperingatkan mengenai krisis belajar mendapati lebih dari 387 juta anak usia SD dan 230 remaja usia SMP tidak punya tingkat kemampuan minimum dalam membaca serta matematika.

Menurut laporan tersebut, 2/3 anak-anak usia SD dan lebih dari separuh anak usia SMP tak bisa mencapai tingkat kemampuan minimum mereka di ruang kelas. Masalah tersebut terjadi akibat kurangnya akses. Anak-anak yang keluar dari sekolah hanya punya sedikit atau bahkan tak punya kesempatan mencapai tingkat kemampuan minimum. Ada pula kegagalan untuk mempertahankan setiap anak tetap belajar serta rendahnya kualitas pendidikan.

Advertisement

“Data-data ini mengkhawatirkan, baik dalam hal penyia-nyiaan potensi manusia dan prospek mencapai pembangunan berkelanjutan,” kata Direktur UIS Silvia Montoya sebagaimana dikutip Kantor Berita Xinhua. Data baru ini menjadi seruan untuk penanaman modal yang jauh lebih besar di bidang kualitas pendidikan.

Montoya berpendapat banyak dari anak-anak itu tidak tersembunyi atau terkucil dari masyarakat dan pemerintah mereka. Mereka duduk di kelas bersama potensi dan aspirasi mereka sendiri.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif