News
Jumat, 3 Agustus 2018 - 19:02 WIB

Kebakaran Gili Lawa Diklaim Tak Ganggu Komodo, Wisatawan Dilarang Masuk

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

<p><strong>Solopos.com, MATARAM</strong> — <a href="http://news.solopos.com/read/20180803/496/931827/kebakaran-savana-pulau-gili-lawa-pemulihan-butuh-waktu-berbulan-bulan" target="_blank" rel="noopener">Kebakaran yang melanda kawasan wisata Gili Lawa</a>, Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), berdampak pada wisata daerah setempat meskipun tidak mengganggu habitat komodo.</p><p>Laporan kebakaran diterima oleh petugas Taman Nasional Komodo pada Kamis (2/8/2018) petang menyebabkan Gili Lawa ditutup untuk sementara waktu guna keperluan investigasi.</p><p>Kepala Seksi Wilayah II Taman Nasional Komodo Gatot Kuncoro Edi mengatakan guna mencegah kejadian seperti ini terulang, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan arahan kepada para wisatawan untuk tidak melalukan kegiatan-kegiatan yang bisa memicu kebakaran. Aktivitas itu di antaranya menyalakan api unggun dan membuang putung rokok sembarangan.</p><p>"Kami akan berikan sosialisasi kepada wisatawan. Karena meskipun lokasi ini merupakan savana yang bukan <a href="http://news.solopos.com/read/20180803/496/931792/kebakaran-tn-komodo-diduga-dari-penumpang-indonesia-juara-polisi-selidiki-penyebabnya" target="_blank" rel="noopener">habitat komodo</a>, tetapi ada rusa yang tinggal di sana. Tentunya ini mengganggu habitat rusa tersebut," ujar Gatot saat dihubungi <em>Bisnis/JIBI</em> melalui saluran telepon, Jumat (3/8/2018).</p><p>Kebakaran diduga berasal dari aktivitas delapan wisatawan yang terakhir keluar dari kawasan Gili Lawa tersebut. Namun, disebut Gatot kejadian masih dalam proses penanganan petugas.</p><p>"Delapan wisatawan domestik, delapan orang ditemani oleh pemandu juga. Sebelum mereka, tidak ada tanda-tanda kebakaran. Namun setelah mereka meninggalkan lokasi, terjadi <a href="http://news.solopos.com/read/20180803/496/931696/api-diduga-dari-wisatawan-kebakaran-di-gili-lawa-bikin-geram" target="_blank" rel="noopener">kebakaran tersebut</a>," ujar Gatot.</p>

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif