News
Jumat, 20 Maret 2015 - 20:50 WIB

KASUS SUAP ESDM : Sutan Bhatoegana Dijemput Paksa dari Rutan Salemba

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)

Kasus suap ESDM menyeret Sutan Bhatoegana. Meski praperadilannya masih dalam proses, KPK tak ragu menjemput paksa Sutan.

Solopos.com, JAKARTA — Tersangka mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana telah dijemput paksa penyidik KPK, dari Rutan Salemba ke Rutan KPK dengan pengawalan ketat dari enam orang brimob polri.

Advertisement

Sutan Bhatoegana dijemput paksa karena dinilai telah menghalang-halangi proses penyidikan dengan melakukan penolakan pemindahan penahanan. Dia juga menolak penyitaan mobil mewahnya, Toyota Alphard, dari kediamannya beberapa waktu lalu.

Sutan Bhatoegana merupakan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 untuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) oleh Komisi VII DPR.

“Tanya kawan-kawan KPK sajalah. Tidak mau hadir saja saya,” kata Sutan Bhatogana di Gedung KPK Jakarta, Jumat (20/3/2015).
?
?Kuasa hukum Sutan Bhatoegana, Rahmat Harahap, membenarkan kliennya telah menolak menandatangani berita acara untuk pelimpahan penahanan. Alasannya, karena pihak Sutan masih menunggu proses gugatan praperadilan yang diajukannya beberapa waktu lalu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Advertisement

“Padahal, masa tahanan Bang Sutan itu berakhir 2 April 2015. Kalau praperadilan telah berjalan sepekan ini [dari] 23 Maret itu kan sudah terjadwal di PN Selatan. Kalau sidang seminggu pastinya putusan itu seminggu tanggal 30 Maret,” ujar Rahmat.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif