News
Selasa, 22 Februari 2022 - 04:41 WIB

Kapan Puncak Kematian Varian Omicron? Ini Kata Menteri Kesehatan

Akbar Evandio  /  Abu Nadzib  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Kemenkes)

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak kasus kematian akibat Covid-19 akan terjadi 15-20 hari setelah puncak kasus konfirmasi.

“Kami sudah melakukan perbandingan dengan negara lain, biasanya puncak yang wafat akan terjadi 15–20 hari setelah puncak kasus, walaupun beberapa [konfirmasi] kasus provinsi mulai menurun, tetapi puncak kematian baru akan terjadi dua pekan sesudahnya,” kata Menkes dalam keterangan pers seperti dikutip Solopos.com dari Bisnis, Senin (21/2/2022).

Advertisement

Budi mengatakan bahwa pemerintah juga telah mengamati bahwa yang meninggal adalah masyarakat yang belum melakukan vaksinasi, atau baru disuntik dosis pertama, dan diketahui menderita komorbid, serta lanjut usia (lansia).

Baca Juga: Kemenkes: Puncak Omicron Diprediksi 3 Pekan Lagi 

Advertisement

Baca Juga: Kemenkes: Puncak Omicron Diprediksi 3 Pekan Lagi 

“Oleh karena itu, segera vaksinasi dan minimal dua kali. Kami juga sudah kerja sama dengan BPJS agar yang komorbid bisa diidentifikasi lebih dini. Jadi, walaupun kasus ringan, bisa dapat karpet merah di Rumah Sakit Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus terkonfirmasi naik 48.484 pada Minggu, 20 Februari 2022 sehingga totalnya kini 5.197.505 kasus.

Advertisement

Rasio positif per 20 Februari 2022 mencapai 18,24 persen dengan rasio mingguan (13-19 Februari 2022) 17,42 persen.

Kemudian, kasus aktif naik sebanyak 15.448 sehingga totalnya menjadi 536.358 dan 24.900 orang berstatus suspek per Minggu (20/2/2022).

Baca Juga: Kemenkes: Angka Positif Covid-19 pada Nakes Meningkat

Advertisement

Sementara itu, kasus sembuh naik 32.873 sehingga totalnya 4.514.782 per Minggu (20/2/2022), di mana pada Sabtu (19/2/2022) kasus sembuh mencapai angka 34.699 orang.

Adapun, kasus meninggal bertambah 163 atau kumulatifnya menjadi 146.365 orang. Selanjutnya, hingga Minggu (20/2/2022) sebanyak 113.219 orang menerima vaksin dosis 1 sehingga kumulatifnya 189.646.917 orang.

Kemudian, dosis 2 disuntikkan kepada 354.959 orang atau totalnya menjadi 140.301.087 orang dan dosis 3 sebanyak 129.990 atau kumulatifnya 8.456.612 orang.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif