News
Senin, 20 Maret 2023 - 19:59 WIB

Jokowi Sudah Setor Nama, Capres PDIP Terserah Megawati

Newswire  /  Abu Nadzib  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pembukaan Business Matching Produk Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (15/3/2023). (Dok Setpres RI).

Solopos.com JAKARTA – Pertemuan tertutup antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sabtu (18/3/2023) lalu, belum memunculkan nama calon presiden dari partai banteng moncong putih itu.

Presiden Jokowi sudah memberikan nama kepada Megawati namun kepastian diusung sebagai capres berada di tangan putri Bung Karno tersebut.

Advertisement

“Yang jelas saya memberikan pandangan-pandangan dari angka-angka yang saya miliki dan dari data yang saya miliki,” kata Jokowi seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Namun Jokowi enggan menyebutkan siapa nama capres-cawapres yang dibahas dalam pertemuan itu.

Advertisement

Namun Jokowi enggan menyebutkan siapa nama capres-cawapres yang dibahas dalam pertemuan itu.

Dia meminta agar hal itu ditanyakan langsung kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Calonnya tanya Bu Mega,” ujarnya.

Advertisement

Kesepahaman

Hasto mengatakan, pertemuan Megawati dan Jokowi adalah perjumpaan antarkader PDIP sehingga tidak tepat jika ditanyakan apakah ada kesepakatan di antara kedua tokoh seusai pertemuan.

Terminologi yang tepat adalah pertemuan itu menghasilkan kesepahaman soal pemimpin masa depan.

“Terkait nama capres-cawapres yang dibicarakan pada pertemuan itu akan disampaikan Megawati Soekarnoputri,” kata Hasto.

Advertisement

Hasto ditanya apakah pertimbangan soal capres-cawapres yang disampaikan Presiden Jokowi kepada Megawati dapat diterima dan jadi pertimbangan.

Ia mengatakan apa yang disampaikan Presiden Jokowi menunjukkan dirinya sangat concern bagaimana kepemimpinan selama dua periode itu berkelanjutan.

Apalagi, dia menyebut bahwa capres yang dibicarakan harus satu napas pemerintahan sejak Bung Karno, Megawati, Jokowi, dan kepemimpinan nasional yang akan datang.

Advertisement

“Tentu saja nanti mungkin akan ada partai politik dalam kerja sama dan paling penting adalah topangan dari rakyat,” ujarnya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif