News
Selasa, 13 November 2012 - 22:15 WIB

Harga Titik Reklame Solo Tidak Terkejar Biro Iklan Lokal

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLO—Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali melelang 43 titik baliho dan 19 titik billboard, Selasa (13/11/2012).
Kalangan biro iklan menilai harga satu titik baliho relatif tidak terkejar terutama oleh pemain media luar ruang di bawah skala nasional.

Koordinator Forum Media Luar Ruang (Formula), Irfan Sutikno, menyampaikan sistem lelang baliho ini memang memungkinkan adanya biaya ekonomi tinggi. “Khusus untuk baliho, sistem lelang kali ini memang relatif tidak terkejar dari sisi harga,” kata Irfan, saat ditemui Solopos.com, di sela-sela lelang baliho dan billboard, di Kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Solo, Selasa.

Advertisement

Menurut dia, dengan harga yang ditawarkan pemerintah maka yang bisa mendapatkannya hanya perusahaan iklan skala nasional yang juga punya klien perusahaan besar berskala nasional, terutama rokok.

Sementara, Kabid Media Luar Ruang Asosiasi Perusahaan dan Praktisi Periklanan Soloraya (Asppro), Ginda Ferachtriawan, mengatakan penawaran harga titik baliho yang ditawarkan Pemkot Solo jauh lebih mahal dari titik baliho atau reklame milik perseorangan. “Bisa empat kali lipatnya,” tandas Ginda.

Sementara itu, dari data yang diterima, dari 43 titik baliho yang dilelang, hanya 17 titik yang diminati itu pun hanya oleh tiga perusahaan biro iklan. Kata Irfan, ketiga biro iklan yang mendapatkan titik baliho itu cenderung hanya untuk memperpanjang hubungan kerja sama dengan klien.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif