News
Minggu, 9 Oktober 2011 - 14:08 WIB

Harga jagung anjlok, petani Kulonprogo resah

Redaksi Solopos.com  /  Budi Cahyono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

KULONPROGO—Panen raya belum dilakukan, harga jagung di Kulonprogo justru anjlok. Dari Rp3.000 per kg, kini dipatok Rp2.200 per kg. Bahkan, dibeberapa wilayah, petani mengaku dipatok harga di bawah Rp2.000 per kg.

Ajloknya harga komoditas jagung, jelas Pursamin salah seorang petani warga Tunjungan, Pengasih, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, menyebabkan banyak petani jagung yang frustrasi. “Kalau harganya sudah anjlok begini, petani menanggung kerugian besar. Tekor tenan,” tukas Pursamin saat ditemui Harian Jogja, Minggu (9/10).

Advertisement

Tidak hanya masalah harga yang anjlok, Pursamin dan petani lainnya mengeluh soal hasil panen jagung yang menurutnya tidak memuaskan. Bahkan, dari sekitar sembilan hektare area pertanian yang ditanami jagung di kawasan tersebut, 50% hasil panennya mengecewakan.

“Saya punya 3.600 meter, tapi hasil jagung Pioneer 21 semuanya tidak bagus. Di sini, ada sekitar Sembilan hektare, 50 persen hasilnya mengecewakan,” keluh dia.

Disinggung soal buruknya hasil panen, Pursamin menjelaskan, hal tersebut disebabkan karena petani kekurangan air akibat kemarau yang panjang. “Saat pertama tanam, awalnya bagus. Tapi setelah nglaras (dipupuk) kok malah kering. Jagung yang dihasilkan kecil-kecil,” tandasnya.

Advertisement

Tak hanya Pursamin, Ribut petani warga Terban, Kecamatan Pengasih, juga mengeluhkan hal sama. Begitu juga dengan Sudi Purwanto, petani warga Dusun Kento, Gebangan, Kecamatan Pengasih. “Wah, jagungnnya kurang baik. Petani rugi mas,” kata Sudi singkat.

Padahal, jelas Sudi dan Ribut, rata-rata biaya operasional yang dikeluarkan petani untuk menanam jagung sangat tinggi. Sayangnya, biaya besar tersebut tidak dibarengi dengan keuntungan yang diharapkan. “Satu kilo bibit jagung Pioneer 21 kami beli Rp62.000, belum termasuk ongkos untuk buruh saat tanam dan panen. Eh, harganya malah anjlok,” tandas Ribut.(Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)

Advertisement
Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif