News
Senin, 14 Juni 2010 - 15:33 WIB

GMNI tolak kenaikan listrik, gas dan BBM

Redaksi Solopos.com  /  Arif Fajar Setiadi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Jakarta–Sekjen Presidium Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cokro Wibowo, mengajak seluruh elemen mahasiswa dan LSM bersama-sama menolak kenaikan tarid dasar listrik,  gas dan BBM, karena sangat tidak mempertimbangkan nasib mayoritas rakyat Indonesia.

“Kami bersama-sama elemen mahasiswa Indonesia lain, menyatakan kebijakan menaikkan harga TDL, BBM dan elpiji benar-benar mendukacitakan rakyat banyak yang mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan,” katanya di Jakarta, Senin (14/6).

Advertisement

Menurut Cokro Wibowo, seyogianya Pemerintah melalui instrumennya tidak menyamakan atau membandingkan harga listrik, BBM dan elpiji di dalam negeri dengan harga pasar internasional.

“Pencabutan subsidi listrik, BBM dan elpiji akan semakin memberatkan kehidupan rakyat kecil di mana-mana. Mari kita lebih pro rakyat banyak, bukan si ‘Neo Kolonialisme dan Imperialisme’ (Nekolom),” tandasnya.

Cokro Wibowo meminta Pemerintah belajar kepada India dan Tiongkok yang benar-benar mengutamakan kepentingan nasional, terutama rakyat banyaknya.

Advertisement

“India dan Tiongkok adalah contoh empirik negara-negara yang telah lebih berkembang dari kita. Perkembangan ekonominya terbilang pesat, akibat murahnya harga BBM-TDL-elpiji di sana. Mereka  benar-benar Pemerintah yang pro rakyat,” tegasnya lagi.

Ia lalu menunjuk bukti, ketika pada tahun 2008 ada subsidi besar-besaran, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat pesat.

“Artinya, jika rakyat diberdayakan, ada perlindungan dan atensi serius termasuk pemberian subsidi, mereka akan lebih sejahtera, lebih tangguh untuk meningkatkan produktivitas, dan pada giliran berikutnya, secara massal akan tumbuh ekonomi negara,” ujarnya.

Advertisement

ant/rif

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif