News
Rabu, 23 Oktober 2019 - 20:05 WIB

Forum Rektor: Lihat Apa yang Bisa Dilakukan Nadiem Makariem 100 Hari

Ria Theresia Situmorang  /  Bisnis  /  Antara  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Pendiri dan CEO Gojek Nadiem Makarim melambaikan tangan saat memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). (Antara-Wahyu Putro A.)

Solopos.com, SEMARANG — Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Yos Johan Utama menantikan pemikiran out of the box Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem dalam upaya memajukan pendidikan Indonesia.

“Nadiem sebelumnya di Gojek, biasa berpikir out of the box,” kata Yos Johan di Semarang, Rabu.

Advertisement

Dia menambahkan Nadiem Makariem memiliki pengalaman memimpin suatu perusahaan yang fenomenal. Menurut Yos, akselerasi dalam pelaksanaan program kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan bagus.

Kinerja kabinet yang baru ini, lanjut dia, akan dilihat dalam 100 hari pertama mereka bekerja. “Kita lihat apa yang bisa dilakukan dalam tiga bulan ke depan, kira-kira 100 hari pertama bekerja,” kata Rektor Universitas Diponegoro Semarang ini.

Advertisement

Kinerja kabinet yang baru ini, lanjut dia, akan dilihat dalam 100 hari pertama mereka bekerja. “Kita lihat apa yang bisa dilakukan dalam tiga bulan ke depan, kira-kira 100 hari pertama bekerja,” kata Rektor Universitas Diponegoro Semarang ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Nadiem Makariem sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Indonesia Maju. Nadiem Makarim menyebutkan saat ini tidak memiliki rencana dalam 100 hari pertama tugasnya di kantor barunya.

Berbicara dalam acara serah terima jabatan di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Rabu siang, Nadiem menyebutkan ia akan fokus untuk mendengarkan saran, masalah, dan evaluasi di lingkungan Kemdikbud.

Advertisement

“Saya suka ditanyai baik dari media apa sih rencana seratus harinya? Saya bilang pertama mohon jangan panggil Bapak, Mas Nadiem aja, dan yang kedua saya tidak punya rencana 100 hari,” tegasnya.

“Rencana saya 100 hari adalah untuk duduk dan mendengar berbicara pada pakar yang berdampak pada pendidikan di Indonesia dan belajar dari mereka selama 100 hari pertama saya akan mengerjakan apa aspirasi saya terus untuk Indonesia yaitu belajar,” sambung Nadiem.

Pendiri Gojek tersebut mengatakan berada di lingkungan Kemdikbud membuatnya harus belajar lagi karena tidak memiliki latar belakang manajemen pendidikan ataupun kebudayaan.

Advertisement

Prabowo Pernah Ejek Sri Mulyani Menteri Pencetak Utang, Kini Satu Kabinet

“Saya bukan di sini untuk menjadi guru, saya disini untuk menjadi murid. Saya mulai dari nol di pendidikan dan saya akan belajar sebanyak-banyaknya,” ungkapnya.

“Mohon sabar dengan saya, walaupun saya bukan dari latar belakang pendidikan, saya murid yang cukup baik dan saya belajar cepat,” tutup Nadiem.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif