News
Kamis, 17 Januari 2019 - 18:00 WIB

Editor Balairung UGM Diperiksa Soal Berita Pemerkosaan, LBH Merasa Ganjil

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SLEMAN — Editor Balairung yang menyunting berita Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan yang terbit di balairungpress.com awal November 2018 lalu, Thovan Sugandi, diperiksa penyidik Polda DIY pada Kamis (17/1/2018). Pemeriksaan ini dalam rangka penyidikan kasus dugaan pemerkosaan yang mahasiswi Fisipol UGM saat mengikuti KKN di Pulau Seram, Maluku, pertengahan 2017 lalu.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Polda DIY juga memanggil Pemimpin Umum Balairung, Citra Maudy, yang juga penulis Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan. Citra diperiksa polisi sebagai saksi dalam kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh HS, mahasiswa Fakultas Teknik.

Advertisement

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta Yogi Zul Fadhli yang ikut mendampingi Thovan mengatakan pemanggilan Thovan juga sebagai saksi atas laporan dari Arif Nurcahyo. Desember 2018 lalu, Arif melaporkan kasus dugaan perkosaan dan pencabulan ke Polda DIY.

“Kurang lebih ada sekitar 30-an pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Thovan,” kata Yogi pada Kamis di Mapolda DIY.

Terkait materi pertanyaan, Yogi menjelaskan pertanyaan yang dilontarkan penyidik kurang lebih sama dengan materi pertanyaan yang diajukan kepada Citra tempo hari. Pertanyaan berkisar pemberitaan Balairung itu.

Advertisement

“Ditanyain soal narasumber, ditanyain soal di mana ketemunya, dan macam-macam dikaitkan dengan konten isi beritanya dan proses liputan yang dilakukan Balairung,” ujar dia.

Sejak awal, lanjut dia, LBH Yogyakarta sudah menyatakan keberatan terhadap proses pemanggilan dan materi-materi pertanyaan dari penyidik. Pasalnya, pertanyaan penyidik justru banyak mengekplorasi soal pemberitaan Balairung, bukan pokok kasus pemerkosaan yang dilaporkan.

“Menurut kami ini ganjil, tidak selaras dengan peristiwa yang dilaporkan soal perkosaan dan pencabulan, tapi kenapa lantas penyidik itu justru banyak mempertanyakan hal-hal berkaitan pemberitaan dengan isinya, proses peliputan atau reportasenya,” ujar dia.

Advertisement

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya belum melakukan komunikasi dengan pihak UGM untuk mendampingi pemanggilan dari Polda DIY. “Kami sedang fokus disini, jadi belum berkomunikasi dengan pihak UGM,” kata dia.

Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif