News
Senin, 3 Oktober 2011 - 11:28 WIB

Disumbang emas dan rokok, inflasi September capai 0,27%

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Jakarta (Solopos.com)-– Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan laju inflasi di September 2011 cukup jinak mencapai 0,27%. Harga beras stabil dan emas perhiasan masih menyumbang inflasi.

Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Djamal dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR. Soetomo, Jakarta, Senin (3/10/2011).

Advertisement

“Inflasi September rendah sekali dibanding Agustus 0,97%. Emas perhiasan perannya 0,05% di inflasi, Meski harganya turun tapi permintaan emas perhiasan masih tinggi,” jelas Djamal.

Dia mengatakan harga beras stabil, harga cabai merah naik tipis 0,08%. Rokok kretek filter pun turut menyumbang inflasi September 0,04% karena kenaikan tarif cukai. Tarif angkutan udara juga tercatat menyumbang inflasi 0,03%. Kemudian sewa rumah menyumbang inflasi 0,02%, dan kenaikan uang kuliah menyumbang inflasi 0,02%.

Sementara penyumbang deflasi di September adalah daging ayam, lalu telur ayam yang harganya turun 0,04%. Ikan segar menyumbang deflasi 0,02%, dan harga properti menyumbang inflasi 0,02%.

Advertisement

Dari 66 kota, ada 45 kota yang mengalami inflasi dan 21 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,53% dan Padang Sidempuan 1,43%. Sementara inflasi terendah di Bogor 0,01%, Sementara deflasi tertinggi terjadi di Palu 2,33% dan Manokwari 1,33%.

(dtc)

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif