News
Kamis, 20 Januari 2022 - 16:53 WIB

Di-PHK, Eks Karyawan Pabrik Plastik Grogol Dapat Pesangon Rp30 Juta

R Bony Eko Wicaksono  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Audiensi eks karyawan dan manajemen PT Sari Persada Mandiri di Gedung DPRD Sukoharjo, Kamis (20/1/2022). (Solopos-R. Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO – Perselisihan manajemen PT Sari Persada Mandiri di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, dengan eks karyawan terkait pembayaran pesangon akhirnya menemui titik terang. Manajemen perusahaan produsen kantong plastik itu sanggup membayar pesangon senilai Rp30 juta per orang dan dibayarkan maksimal selama sebulan atau 20 Februari 2022.

Komisi IV DPRD Sukoharjo kembali menggelar audiensi guna membahas pembayaran pesangon eks karyawan pabrik kantong plastik yang diberhentikan bekerja sejak 15 Juli 2021, Kamis (20/1/2022).

Advertisement

Audiensi tersebut dihadiri perwakilan eks karyawan, perwakilan perusahaan, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Diperinaker) Sukoharjo. Audiensi dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo, Agus Sumantri, dan Sekretaris Komisi IV DPRD Sukoharjo, Sukardi Budi Martono.

Baca juga: Tak Terima PHK Sepihak, Buruh Perusahaan di Sukoharjo Mengadu ke DPRD

Advertisement

Baca juga: Tak Terima PHK Sepihak, Buruh Perusahaan di Sukoharjo Mengadu ke DPRD

Sebelumnya, audiensi serupa dilaksanakan pada akhir Desember 2021. Lantaran tak dihadiri pemilik perusahaan, DPRD Sukoharjo lantas menjadwalkan audiensi kedua untuk menentukan nomimal uang pesangon. Dalam kesempatan tersebut, Agus meminta manajemen perusahaan dan eks karyawan kembali melakukan mediasi ulang untuk menentukan nominal uang pesangon selama 15 menit.

“Kalau tarik ulur nominal uang pesangon, sampai sepekan pun tidak akan selesai. Saya berikan waktu khusus untuk proses mediasi agar kedua belah pihak menyepakati nominal uang pesangon,” kata Agus Sumantri, Kamis.

Advertisement

Baca juga: Sukoharjo Waspadai Potensi Bencana di Puncak Musim Hujan

Proses mediasi di sela-sela audiensi dipimpin oleh Kepala Disperinaker Sukoharjo, Agustinus Setyono. Awalnya, eks karyawan dan manajemen perusahaan belum menyepakati nominal pesangon. Eks karyawan menuntut pembayaran pesangon sesuai UU Ketenagakerjaan.

Sementara manajemen perusahaan hanya bisa membayar uang pesangon senilai Rp17.878.050 lantaran kondisi finansial belum stabil akibat dihantam pandemi Covid-19. “Sekarang sudah ada kesepakatan antara manajemen perusahaan dan eks karyawan. Manajemen perusahaan bersedia membayar uang pesangon senilai Rp30 juta per orang,” ujar Agustinus Setyono.

Advertisement

Perwakilan manajemen PT Sari Persada Mandiri, Yosi, mengaku telah diberi kuasa oleh pemilik perusahaan untuk mengambil keputusan ihwal pembayaran pesangon. Pesangon dibayarkan maksimal selama sebulan atau 20 Februari.

Baca juga: Taman Budaya Sukoharjo di Gayam akan Dilengkapi Pendapa dan Galeri

“Sebenarnya, kami tak ingin lagi merepotkan banyak pihak untuk merampungkan permasalahan ini. Maksimal sebulan, uang pesangon segera diberikan kepada eks karyawan,” kata dia.

Advertisement

Sementara perwakilan eks karyawan PT Sari Persada Mandiri, Dwi Purwanti, mengungkapkan permasalahan pembayaran pesangon telah rampung setelah terjadi kesepakatan antara manajemen perusahaan dengan eks karyawan. Kini, Dwi dan eks karyawan lainnya menunggu proses pembayaran pesangon.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif