News
Jumat, 18 November 2022 - 13:22 WIB

Densus 88 Tangkap 2 Personel Polda Lampung, DPR: Antisipasi Pergeseran Jaringan

Newswire  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Anggota Densus 88 Anti Teror bersiaga. (Antara/Wahdi Septiawan)

Solopos.com, JAKARTA–Anggota Komisi III DPR, Andi Rio Idris Padjalangi, meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo S. Prabowo mengantisipasi pergeseran gerakan jaringan terorisme seperti sasaran perekrutan calon teroris dan peta wilayah.

“Kapolri harus mengantisipasi pergeseran pergerakan jaringan terorisme ke segala lapisan. Seperti pergeseran sasaran perekrutan calon terorisme maupun pergeseran peta wilayah dari Pulau Jawa ke Sumatra,” kata dia di Jakarta, Jumat (18/11/2022).

Advertisement

Hal itu terkait Detasemen Khusus 88 Anti-teror Polri yang menangkap dua personel Polda Lampung karena diduga menyuplai amunisi senjata api kepada terduga teroris.

Ia menilai polisi dan pemangku kepentingan lainnya harus dapat melakukan tindakan cepat dalam melakukan penangkapan terhadap jaringan terorisme untuk mencegah munculnya sel sel baru di tubuh kepolisian yang terlibat jaringan terorisme.

Baca Juga: Perempuan Rentan & Potensial Jadi Sasaran Rekrutmen Radikalisme, Ini Alasannya

Advertisement

Ia menyesalkan ada dua anggota Polda Lampung yang ditangkap Densus 88 Anti-teror karena jika terbukti terlibat jaringan teroris, maka ancaman terorisme semakin nyata dan telah masuk ke segala lapisan.

“Bukti bahwa terorisme telah masuk ke segala lapisan, tidak hanya pada masyarakat biasa, namun sudah memasuki aparat penegak hukum dan keamanan. Hal ini harus menjadi perhatian dan kehati-hatian seluruh pemangku kepentingan terkait,” ujar dia.

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR itu juga berharap Polri menjaga situasi kondusif menjelang akhir 2022, yaitu perayaan Natal dan Tahun Baru.

Advertisement

Baca Juga: Berkunjung ke Sukoharjo, Densus 88 Petakan Potensi Sasaran Radikalisme

Menurut dia, jangan sampai polisi kecolongan dan terjadi sebuah hal yang tidak harapkan sehingga perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini.

“Polri harus dapat meyakinkan masyarakat dengan menjaga stabilitas keamanan menjelang akhir tahun, perketat pintu masuk lalu lintas orang dan barang yang menghubungkan berbagai provinsi baik darat, laut, dan udara,” kata dia.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif