News
Jumat, 26 Oktober 2018 - 19:30 WIB

Bulog Jamin Stok Beras Aman Hingga Juni 2019, Tanpa Impor

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, PADANG — Perum Bulog menjamin stok beras aman hingga pertengahan 2019 sehingga pemerintah tidak perlu melakukan impor beras. Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) menyebutkan stok beras yang dimiliki Bulog saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan beras nasional hingga Juni 2019 mendatang.

“Kalau sampai akhir tahun ini pasti sangat cukup ya, jangan khawatir. Saya sudah prediksi sampai enam bulan [Juni 2019] hitungan saya tidak perlu impor, masih sangat cukup,” kata Buwas seusai mengunjungi gudang Bulog di Padang, Jumat (26/10/2018).

Advertisement

Dengan begitu, imbuhnya, pemerintah tidka perlu melakukan impor beras. Apalagi, di pengujung tahun juga akan memasuki musim panen, begitu juga di tahun depan juga akan dilakukan penen.

Menurutnya, dengan ketersedian beras hingga pertengahan tahun depan, pemerintah sudah bisa melakukan ekspor. Karena sesuai data BPS, Indonesia sudah surplus produksi beras.

“Berarti kalau suplus kita bisa ekspor, tapi kita lihat nanti. Saya sudah ada [data] ya, justru kalau sudah kelihatan data itu kemungkinan masa panen dengan kondisi cuaca yang bagus justru kumungkinan tidak perlu [impor] lagi,” ujarnya.

Advertisement

Meski begitu, dia mengatakan tetap bisa saja dilakukan impor jika cuaca dan perkiraan panen tidak sesuai prediksi. Namun, melihat kondisi saat ini, dia menilai cadangan beras nasional sangat mencukupi.

Budi Waseso mengatakan yang penting dilakukan saat ini adalah bagaimana meningkatkan produksi dan ketersediaan stok serta menjaga kualitas beras agar betul–betul terjamin.

Selain itu, juga memprioritaskan bagaimana mengatur harga beras agar tetap terjangkau oleh masyarakat kelas bawah, sekaligus juga mempertahankan harga yang menguntungkan bagi petani, sehingga tidak ada kelompok yang dirugikan.

Advertisement

“Yang kita inginkan adalah harga relatif murah dan sesuai dengan kemampuan masyarakat menengah ke bawah, sehingga daya belinya tetap terjaga,” katanya.

Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif