News
Selasa, 6 November 2012 - 17:04 WIB

Berharap Keadilan, Pelajar Gelar Aksi Satu Pita untuk Rezza

Redaksi Solopos.com  /  Sumadiyono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Sejumlah pelajar mengenakan pita hitam sebagai tanda berduka atas meninggalnya Rezza. Mereka berharap kasus dugaan penganiayaan atas Rezza oleh anggota Polisi diusut tuntas. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)

Sejumlah pelajar mengenakan pita hitam sebagai tanda berduka atas meninggalnya Rezza. Mereka berharap kasus dugaan penganiayaan atas Rezza oleh anggota Polisi diusut tuntas. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)

GUNUNGKIDUL—Misteri di balik meninggalnya Rezza Eka Wardhana mendapatkan perhatian di kalangan pelajar Gunungkidul. Mereka bersama-sama mengenakan pita hitam di lengan sebagai tanda berkabung dan wujud tuntutan mereka kepada pihak yang berwenang untuk dapat segera menguak misteri di balik meninggalnya Rezza.

Advertisement

Ervan Bambang Dermanto, aktivis Gerakan Rakyat Peduli, ketika dihubungi Harian Jogja mengatakan, pita hitam merupakan simbol belasungkawa mereka atas meninggalnya Rezza serta meninggalnya kejujuran dan keadilan. Menurutnya, apapun yang terjadi pada Rezza semestinya tidak ditutup-tutupi oleh pihak manapun. Dan segera diungkap kepada masyarakat “Kami kecewa pada pihak yang terkesan menutup-nutupi kasus ini” katanya.

Aksi simpatik yang bertajuk Gerakan Satu Pita untuk Rezza ini rencananya akan dilaksanakan hingga ada kejelasan atas kasus yang menimpa teman mereka. Menariknya, pelajar yang ikut dalam aksi ini tidak hanya dari teman dekat almarhum atau dari kecamatan Wonosari saja, para simpatisan gerakan satu pita tersebar hingga kecamatan lain seperti Karangmojo dan Playen.

Di Playen misalnya, beberapa siswa SMA juga tampak mengenakan pita hitam yang mereka ikatkan di pergelangan tangan. Putri Fajar, siswa SMA Negeri 2 Playen misalnya, juga turut memakai pita hitam di lengan kirinya. Dia mengatakan dirinya ikut berduka atas meninggalnya Rezza dan turut berharap kasus yang menimpa Rezza cepat terungkap.

Advertisement

“Saya mengikatkan pita ini sebagai tanda belasungkawa dan untuk mengingat kasus yang menimpa Rezza” ujarnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif