News
Minggu, 30 Oktober 2011 - 07:29 WIB

Bank Solo kurangi suku bunga kredit pegawai

Redaksi Solopos.com  /  Nadhiroh  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Ilustrasi (Dok.SOLOPOS),BANK SOLO--Walikota Joko Widodo (tengah) bersama Pemimpin Kantor Bank Indonesia (KBI) Solo, Doni P Joewono (kiri), melihat-lihat ruangan seusai peresmian Bank Solo di Jl Kapten Mulyadi, Jumat (24/6). Peresmian itu sekaligus pergantian nama dari PD Bank Pasar menjadi Bank Solo.(JIBi/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)

Solo (Solopos.com)--Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Solo yang sebelumnya dikenal dengan BPR Bank Pasar, mengurangi suku bunga kredit pegawai menjadi hanya 0,98%-0,99% per bulan, efektif 1 November.

Advertisement

Sebelumnya suku bunga dipatok 1%-1,15%. Selain mengikuti penurunan suku bunga acuan BI rate dan jaminan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), penurunan suku bunga merupakan apresiasi atas kepercayaan kalangan pegawai memanfaatkan fasilitas pinjaman di Bank Solo.

Hingga posisi September 2011, nilai pinjaman mencapai Rp 38,9 miliar, naik 38% dari periode sama tahun 2010 sebesar Rp 28,2 miliar. Direktur Utama BPR Bank Solo, Agung Riawan, mengatakan suku bunga pinjaman Bank Solo sangat menarik.

Dengan suku bunga 0,98% untuk jangka waktu pembayaran sampai dengan 24 bulan dan 0,99% jangka waktu 0,99% diharapkan semakin memacu nilai kredit. Agung mengakui kalangan pegawai masih mendominasi nilai kredit sampai 92%.

Advertisement

“Komposisi terbesar adalah kredit pegawai PNS, BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta dengan pola potong gaji melalui bendahara sampai 92%,” ungkap dia, saat ditemui wartawan, di sela-sela pengundian debitur kredit pegawai dan sales contest bendahara dan instansi, di kantor Bank Solo, Sabtu (29/10/2011).

Tak hanya kredit pegawai, Bank Solo juga memberi keringanan suku bunga untuk kredit kalangan pedagang pasar, usaha kecil dan menengah (UKM) dan masyarakat umum menjadi 1,3%-1,4% tergantung jangka waktu pembayaran. Sebelumnya, suku bunga pinjaman ditetapkan 1,5%.

(tsa)

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif