News
Jumat, 1 Oktober 2021 - 01:10 WIB

Awas! Gelombang Ketiga Covid-19 Diprediksi Awal 2022

Newswire  /  Arif Fajar Setiadi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ahli virologi yang juga Guru Besar Universitas Udayana Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika berbicara dalam gelar wicara virtual Waspada Mutasi Virus Dengan Protokol Kesehatan di Jakarta, Kamis (30/9/2021). (Antaranews.com)

Solopos.com, JAKARTA — Masyarakat bertanya-tanya apakah benar akan ada gelombang ketiga Covid-19. Ahli virologi yang juga Guru Besar Universitas Udayana Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika memprediksi gelombang ketiga kasus Covid-19 terjadi pada 2022.

“Kalau melihat pola tahun lalu, maka letupan kembali saya prediksi bulan Januari – Februari 2022,” kata Mahardika dalam gelar wicara virtual Waspada Mutasi Virus Dengan Protokol Kesehatan di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Advertisement

Mahardika menuturkan belajar dari gelombang kasus Covid-19 yang melonjak pada periode-periode sebelumnya, tampak polanya mulai terbentuk. Di mana kasus mulai melonjak Desember 2020, Januari-Februari 2021 dan Juli 2021 terjadi letupan kasus. Sehingga diprediksi kasus akan melonjak lagi pada Januari-Februari 2022. Karena mobilitas penduduk juga meningkat jelang akhir tahun.

Baca juga: Buat Gaduh Soal Poligami, PKS: Kami Minta Maaf

Advertisement

Baca juga: Buat Gaduh Soal Poligami, PKS: Kami Minta Maaf

Melihat pola seperti itu, Mahardika mengatakan selain senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, percepatan vaksinasi harus digenjot. Saat ini pemerintah sedang melakukannya.

Mahardika menambahkan jika daerah-daerah mencapai target vaksinasi Covid-19 70 persen atau bisa di atas 70%. Maka jumlah tekanan pada sistem rumah sakit tidak akan sebesar seperti yang terjadi sebelumnya.

Advertisement

“Untuk masyarakat yang belum divaksin, segera kalau sudah ada panggilan untuk vaksinasi Vaksin ini adalah bukti ilmiah kemajuan dunia kedokteran modern,” ujar Mahardika dikutip dari Antaranews.com.

Baca juga: Kratom Narkotika Asli Indonesia Tapi Diekspor ke Belanda

Menurut Mahardika, bercermin dari yang terjadi di luar negeri pada umumnya ketika capaian vaksinasi negara itu sudah di atas 60%. Maka jumlah orang yang meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit tidak tinggi.

Advertisement

Ia menuturkan salah satu dampak dari percepatan dan peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19 di atas 70% adalah jumlah orang yang masuk ke rumah sakit dan jumlah orang yang meninggal dunia sangat rendah, tetapi kasus bisa saja melonjak tajam.

“Vaksin sudah tersedia dengan cepat sehingga mungkin mudah-mudahan awal tahun 2022 kita sudah mengatakan virus masih ada di sekitar kita tapi dampak pandemi bisa kita minimalisir. Ini peran vaksin,” kata Mahardika.

Baca juga: Penyintas Covid-19 Gejala Ringan Bisa Disuntik Vaksin, Ini Syaratnya

Advertisement

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Sementara itu, Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengatakan ada potensi gelombang ketiga Covid-19. Sehingga perlu dilakukan pencegahan dan langkah antisipasi.

“Saya berpendapat bahwa potensinya [gelombang ketiga] ada. Bangsa kita pernah mengalami gelombang kedua dan betul-betul mengerikan, tidak nyaman. Saya kira kita harus berubah, kita harus berusaha. Bahwa potensi itu kita antisipasi sehingga tidak terjadi gelombang ketiga,” ujar Erlina.

Langkah pencegahan yang harus terus diupayakan antara lain penerapan protokol kesehatan dengan disiplin, menjalani vaksinasi Covid-19. Serta meningkatkan imunitas diri dengan pola hidup bersih dan sehat serta gizi seimbang.

“Kalau kita masih bisa bahu-membahu antara pemerintah dan masyarakat. Sama-sama ingin terbebas menghadapi pandemi ini, mestinya kita bisa mengantisipasinya,” ujarnya.

Erlina menuturkan cakupan vaksinasi Covid-19 harus makin ditingkatkan karena saat ini masih 24 persen padahal sudah menuju akhir 2021. Sementara, Pemerintah Indonesia memiliki target vaksinasi yakni 70% dari total penduduk.

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif