News
Jumat, 21 Oktober 2011 - 16:35 WIB

Anggap Solo prospektif, badan promosi wisata Malaysia gencar berpromosi

Redaksi Solopos.com  /  R. Bambang Aris Sasangka  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (ma-nl.com)

Solo (Solopos.com) – Warga Solo sep[ertinya dianggap prospektif bagi pemasaran produk pareiwisata Malaysia. Hal ini terlihat dari keseriusan badan promosi pariwisata Malaysia alias Malaysian Tourism Promotion Board (MTPB) mengikuti kegiatan pameran dalam rangka Musyawaran Nasional (Munas) X Asita di Solo, Jumat-Senin (21-24/10/2011).

Ilustrasi (ma-nl.com)

Advertisement
MTPB bergabung dalam peserta Tourism & Craft Expo dalam rangka Munas Asita di Hotel Sunan. MTPB bersama puluhan pelaku wisata lain menawarkan keunggulan pariwisata Malaysia. Selain MTPB, Rumah Sakit Tropicana Selangor Malaysia juga turut dalam pameran tersebut. Director MTPB, Jamil Darus, mengatakan Solo mulai menjadi pertimbangan tahun 2011. Pihak MTPB serius mengenalkan wisata Malaysia ke publik Solo. Tak tanggung-tanggung, pihaknya membawa serta enam agen wisata Malaysia untuk ikut dalam table top yang dihelat Senin (24/10/2011) mendatang. Enam agen ini siap meneken kontrak kerja sama dengan agen wisata Solo.

“Target kita jumlah tamu dari Indonesia meningkat, dari 2,4 juta orang tahun 2010 menjadi 2,7 juta orang di 2011. Jadi, tahun ini kita memang serius. Di Solo, memang baru kali ini kami datang. Sebelumnya ke kota-kota lain, tahun lalu ke Yogyakarta,” beber Jamil, saat ditemui wartawan di sela-sela silaturahmi dengan agen wisata Solo di Manahan, Solo, Jumat (21/10/2011).

Menurut dia, Malaysia memiliki destinasi wisata yang layak dikunjungi. Apalagi, saat ini destinasi wisata Malaysia terus berkembang. Di akhir 2011, Malaysia akan meresmikan pusat belanja Johor Premium Outlet (JPO). Pasar moderen ini menjanjikan barang-barang bermerek yang dijual murah, lantaran tanpa pajak. JPO diproyeksi bakal membuat Malaysia mengungguli Singapura.

Advertisement

Sementara itu, anggota panitia Munas X Asita, Daryono, menambahkan peminat pameran sebenarnya sangat banyak. Namun gara-gara jumlah stan yang tersedia hanya 25 buah, pihaknya terpaksa menolak sejumlah pelaku wisata. MTPB sendiri mengambil stan untuk mengenalkan pariwisata Malaysia di Solo. Dengan menjadi peserta ekspo dipastikan mereka mendapatkan keuntungan lebih. Sebab, promosi tidak hanya akan sampai pada publik Solo melainkan juga peserta Munas Asita yang merupakan para pelaku wisata di 33 provinsi di Tanah Air.

Lebih jauh, dia menambahkan, selain pelaku wisata asal Malaysia, pelaku wisata domestik juga ramai-ramai mengambil stan di ekspo. Di antaranya Museum Purbakala, pengusaha batik, pengusaha handycraft, dan kalangan perbankan. Dengan nilai imbalan berkisar Rp 6 juta, para pelaku wisata tak merasa keberatan demi dapat mempromosikan produk atau penawaran fasilitas mereka.

Salah satu peserta ekspo, toko aksesoris Javenir, menawarkan produk kaos dengan tema Solo dan motif khas batik. Manager Operasional Javenir, Lani Rustanti, mengatakan kaos dengan merek Klamben yang dia promosikan sangat khas Solo dan harganya terjangkau. Satu kaos dijual dari Rp 33.000-Rp 52.000/buah. Selain kaos, dia juga membawa tas batik dan aneka sandal batik. “Yang kami tawarkan semua khas Solo, dan harganya terjangkau.”

Advertisement

tsa

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif