News
Sabtu, 15 Desember 2012 - 09:42 WIB

TRAGEDY SANDY HOOK: Eropa Prihatin Penembakan di Sekolah AS

Redaksi Solopos.com  /  Miftahul Ulum  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ryan Lanza, kakak dari tersangka penembakan Adam Lanza dibawa polisi di Hoboken, New Jersey, Jumat (14/12/2012) waktu Amerika. Adam menembakkan senjata di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newton, Connecticut, Jumat (14/12), sehingga menewaskan 27 orang termasuk dirinya sendiri. Sekolah itu berisi bocah berusia 5 tahun sampai 10 tahun. (JIBI/SOLOPOS/Reuters/Andrew Kelly)

Ryan Lanza, kakak dari tersangka penembakan Adam Lanza dibawa polisi di Hoboken, New Jersey, Jumat (14/12/2012) waktu Amerika. Adam menembakkan senjata di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut, Jumat (14/12), sehingga menewaskan 27 orang termasuk dirinya sendiri. Sekolah itu berisi bocah berusia 5 tahun sampai 10 tahun. (JIBI/SOLOPOS/Reuters/Andrew Kelly)

LONDON– Para pemimpin Eropa mewakili penduduk benua itu mengaku terkejut dan berbelasungkawa kepada Amerika Serikat setelah pembantaian di satu sekolah di Connecticut, Jumat (14/12).

Advertisement

Di dalam surat terbuka kepada Presiden AS Barack Obama, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan ia sangat ngeri.

“Dalam kondisi tragis ini, saya ingin menyampaikan kesedihan dan rasa terkejut yang mendalami sehubungan dengan aksi kekerasan yang tak terperikan di satu kota dasar sehingga merenggut sangat banyak korban,” katanya.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan di dalam satu pernyataan, “Hati saya bersama korban cedera dan mereka yang telah kehilangan orang tercinta.”

Advertisement

“Sungguh menyedihkan untuk memikirkan orang yang anak mereka direnggut dalam usia semuda itu, ketika mereka menghadapi demikian banyak kehidupan di hadapan mereka,” kata Cameron sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu pagi.

Meskipun berita beredar pada Jumat malam mengenai pembatasan komentar resmi, jejaring surat kabar dan penyiar menyiarkan liputan langsung tanpa henti. Sementara polisi mengatakan seorang pria bersenjata telah menewaskan 20 murid dan enam orang dewasa.

Jerman, Prancis, Inggris dan negara lain Eropa pernah mengalami peristiwa penembakan serupa –di Norwegia, baru tahun lalu seorang pria membantai 77 orang– tapi pengulas di Eropa segera menuding tingkat lebih tinggi warga sipil Amerika yang memiliki senjata sebagai faktor seringnya penembakan di sana.

Advertisement

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif