SOLOPOS.COM - Ilustrasi perbaikan jalan. (Freepik.com)

Solopos.com, BOYOLALI—Ulasan tentang sebanyak 10 ruas jalan dan jembatan di Kabupaten Boyolali mendapatkan prioritas dan anggaran terbanyak untuk diperbaiki pada tahun ini menjadi berita terpopuler laman Solopos.com, Kamis (11/7/2024) pagi. Ruas jalan dan jembatan itu tersebar di sejumlah kecamatan.

Berita terpopuler tersebut mengungkap Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau DPUPR Boyolali, Joko Prasetyo, menyampaikan pada 2024 ini Bina Marga mendapat anggaran Rp114,135 miliar.

Promosi Ini Strategi AgenBRILink di Gresik Jaga Pelanggan Tetap Setia

Ia memerinci anggaran itu berasal dari APBD Boyolali 2024 senilai Rp106,350 miliar atau 93,18% dan sisanya senilai Rp7.785.026.000 atau 6,82% berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.

Anggaran tersebut digunakan untuk proyek fisik dengan pagu Rp111 miliar atau 97%. Selebihnya untuk pembuatan detail engineering design atau DED senilai Rp1.058.200.000, pengawas anggaran Rp1.686.350.000, dan survei kondisi jalan Rp300 juta.

“Survei kondisi adalah salah satu hal yang diwajibkan oleh pemerintah pusat untuk mengetahui kondisi jalan yang kami laksanakan setahun,” kata dia kepada wartawan, Rabu (10/7/2024).

Berdasarkan data DPUPR Boyolali, panjang jalan kabupaten di Kota Susu sekitar 674 kilometer (km). Dengan perincian 73,89% atau 498 km dalam kondisi baik, 9,11% atau 61,43 km kondisi sedang, 52,5 km atau 7,8% dalam rusak ringan, dan 61,9 km atau 9,2% rusak berat.

Joko mengatakan saat ini beberapa proyek sudah masuk tahap lelang dan bakal dikerjakan pada 2024. Sehingga, Joko meminta masyarakat untuk bersabar.

Joko menambahkan anggaran perbaikan jalan dan jembatan dengan nilai tertinggi dialokasikan ke Wonosamodro mencapai Rp12,825 miliar, lalu Kecamatan Boyolali Rp12,625 miliar, dan Kecamatan Klego Rp10,7 miliar.

Kecamatan lain yakni Ampel mendapat Rp9,5 miliar, Andong Rp3,75 miliar, Banyudono Rp4,5 miliar, Cepogo Rp7,45 miliar, Gladagsari Rp1,5 miliar, Juwangi Rp4 miliar, Karanggede Rp1 miliar, Kemusu Rp6,5 miliar.

Kemudian Mojosongo mendapat Rp2,25 miliar, Musuk Rp7,35 miliar, Ngemplak Rp2,6 miliar, Nogosari Rp4,05 miliar, Sambi Rp1 miliar, Sawit Rp1 miliar, Selo Rp500 juta, Simo Rp5 miliar, Tamansari Rp2,5 miliar, Teras Rp6,21 miliar, Wonosegoro Rp2 miliar, dan dana unit reaksi cepat (URC) senilai Rp4.825.064.000.

Selain ulasan tentang prioritas perbaikan jalan dan jembatan di Boyolali, kabar lain tentang SMPN di Sragen kekurangan murid, bus terguling di Kemuning, calon independen Pilakda Sukoharjo, hingga penemuan jenazah di Klaten juga masuk daftar berita terpopuler pagi ini:

Berikut 10 berita terpopuler Solopos.com 24 jam terakhir hingga Kamis (11/7/2024) pagi:

  1. Cek! Ini 10 Ruas Jalan-Jembatan di Boyolali yang Dapat Prioritas Perbaikan 2024
  2. Ada 19 SMP Negeri di Sragen Kekurangan Murid, Ini Daftarnya
  3. Begini Kronologi Bus Rombongan Sragen Terguling di Kemuning Karanganyar
  4. Siswa SMA Trensains Muhammadiyah Juarai Duta Genre Sragen 2024, Ini Kisahnya
  5. Duet Tuntas-Djayendra Belum Penuhi Syarat Dukungan Jalur Independen Sukoharjo
  6. Di Solo, Menag Resmikan Perguruan Tinggi Negeri Agama Hindu Pertama di Jawa
  7. 700 Warga Baru PSHT Sukoharjo akan Ikuti Pengesahan, Pengurus Imbau Ini
  8. Akhirnya! Mantan Wawali Salatiga Muh Haris Putuskan Maju jadi Calon Wali Kota
  9. Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Kebun Pisang Polanharjo Klaten
  10. Truk Terbalik di Tawangmangu Angkut Sekeluarga, Korban Meninggal Istri Sopir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya