Jangan Parkir Dekat Pohon di Karanganyar

Ilustrasi penanganan bencana alam pohon tumbang. (Antara)
09 Desember 2018 00:00 WIB Irawan Sapto Adhi Nasional Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dinas Perhubungan dan Perumahan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar mengimbau masyarakat tidak memarkirkan kendaraan terlalu dekat dengan pohon. Imbauan itu berlaku saat memasuki musim penghujan seperti saat ini yang diwarnai hujan deras dan angin kencang.

Angin kencang disertai hujan bisa terjadi sewaktu-waktu dalam waktu dekat ini sehingga merugikan dan bahkan mencelakakan para pemilik kendaraan. Kepala Dishub PKP Karanganyar, Sundoro, mengatakan dinasnya tengah berupaya meminimalisir musibah akibat tumbangnya ranting dan dahan pohon. Dia telah mengerahkan personel untuk memangkas ranting pohon yang dinilai terlalu lebat dan membahayakan.

Personel Dishub PKP bersama petugas dari SAR Karanganyar, BPBD Karanganyar, DPUPR Karangayar, dan DLH Karanganyar juga telah diminta untuk menebang pohon yang masuk ketegori rawan tumbang. Sundoro menyampaikan Pemkab Karanganyar sementara hanya melalui operasi perampingan pohon di sejumlah ruas jalan, seperti Jl. Lawu, Jl. Papahan, Jl. Basuki Rachmat, Jl. Kapten Mulyadi, hingga Jl. Karanganyar-Sukoharjo.

"Saat musim kemarau kemarin Pak Bupati enggak memperbolehkan kami pangkas dan tebang pohon. Baru setelah musim penghujan ini pohon boleh dirampingkan. Saya konsentrasi dulu di tengah kota. Saya dapat laporan banyak kendaraan yang kebrukan dahan pohon. Jadi kami rapikan dulu pohon-pohon yang ada di dekat lokasi parkir," kata Sundoro, saat diwawancarai Solopos.com, Sabtu (8/12/2018) siang.

Sementara itu, Sundoro menyampaikan, kegiatan pemangkasan dahan pohon di wilayah diharapkan bisa dilakukan oleh pemerintah kecamatan bekerja sama dengan warga. Sedangkan pohon yang berada di tepi jalan provinsi di luar wilayah kota, kata dia, menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Jateng untuk penanganannya.

Sundoro menuturkan pemerintah tidak akan menebang pohon jika terpaksa. Penebangan pohon menjadi pilihan terakhir. Sebagai contoh di Jl. Papahan. Pemkab terpaksa menebang sejumlah pohon besar di dekat PG Tasikmadu karena telah keropos.

Kolom 8 hours ago

Jelalatan