Muhammadiyah Dakwah ke Masjid & Masyarakat, agar Tak Diisi yang Keras

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meladeni wawancara seusai peresmian peresmian Gedung C, Gedung D, dan lahan parkir baru RS PKU Muhammadiyah Solo, Sabtu (8/12 - 2018). (Solopos/Arif Fajar)
09 Desember 2018 05:30 WIB Arif Fajar Setiadi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yakin untuk tetap bersikap netral menghadapi kontestasi politik Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. Muhammadiyah tetap bergerak dalam dakwah kemasyarakatan yang mencerahkan dan damai.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan sikap Muhammadiyah dalam Pemilu 2019 sudah jelas. Karena itu, Haedar Nashir menegaskan Muhammadiyah tetap istiqamah dan bergerak dalam dakwah kemasyarakatan dengan kerja-kerja yang produktif dan strategis.

Menurut Haedar Nashir, dakwah kemasyarakat perlu terus dilakukan dengan mendatangi jemah-jemaah di masjid dan memberikan dakwah yang mencerahkan dan damai. Dakwah seperti ini perlu dilakukan untuk mencegah pihak-pihak yang keras turun ke jemaah.

Haedar juga menyoroti tentang banyaknya berita-berita bohong (hoaks) dan saling umpat menjelang Pilpres 2019 terutama di media sosial. “Karena itu saya meminta teman-teman tabligh untuk mulai menulis pesan-pesan damai yang menyatukan dan optimisme di media sosial,” terangnya. 

Haedar Nashir berharap kepada semua elemen masyarakat termasuk media untuk memberikan energi positif kepada masyarakat agar bangkit bersama-sama untuk Indonesia agar menjadi negara maju.

“Perbedaan suku, ras, golongan, politik, dan sebagainya justru harus menjadi kekuatan kebhinekaan yang memberikan energi positif jangan sebaliknya perbedaan itu menjadi energi negatif. Kalau masih menjadi energi negatif, walaupun memiliki potensi menjadi bangsa yang maju [Indonesia] akan tetap stuck,” tegasnya.

Bangsa dan negara ini harus terus maju dan tak akan tercapai jika tidak ada ikhtiar ke sana. Menurut Haedar, Indonesia sebenarnya sudah punya semuanya, tetapi kerja-kerja strategis dan produktif harus dimasifkan dalam perbuatan-perbuatan untuk masyarakat. Oleh karena itu pemerintah dan DPR harus mengkapitalisasi kebijakan-kebijakan yang betul-betul membawa bangsa ini maju.

Muhammadiyah punya modal untuk itu, karena memiliki lembaga pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi, itu menjadi kekuatan kemandirian Muhammadiyah, tetapi ini juga untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Kolom 7 hours ago

Jelalatan