Haedar Nashir: Pilpres 2019, Muhammadiyah Tak Perlu Diarah-Arahkan

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meladeni wawancara seusai peresmian peresmian Gedung C, Gedung D, dan lahan parkir baru RS PKU Muhammadiyah Solo, Sabtu (8/12 - 2018). (Solopos/Arif Fajar)
08 Desember 2018 21:40 WIB Arif Fajar Setiadi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir kembali menegaskan tentang sikap organisasinya dalam Pemilu 2019. Muhammadiyah tetap istikamah dan tidak terlibat politik praktis sehingga tidak perlu diarah-arahkan.

“Pemilu adalah agenda politik lima tahunan, sikap Muhammadiyah juga sudah jelas, jadi tidak perlu diarah-arahkan [dalam Pemilu 2019],” ujar Haedar Nashir saat peresmian peresmian Gedung C, Gedung D, dan lahan parkir baru RS PKU Muhammadiyah Solo, Sabtu (8/12/2018).

Sikap Muhammadiyah dalam Pemilu 2019 sudah jelas. Karena itu, Haedar Nashir menegaskan Muhammadiyah tetap istiqamah dan bergerak dalam dakwah kemasyarakatan dengan kerja-kerja yang produktif dan strategis.

Menurutnya, bangsa dan negara ini harus terus maju dan tak akan tercapai jika tidak ada ikhtiar. Haedar mengatakan Indonesia sebenarnya sudah punya semuanya, tetapi kerja-kerja strategis dan produktif harus dimasifkan dalam perbuatan-perbuatan untuk masyarakat. Oleh karena itu pemerintah dan DPR harus mengkapitalisasi kebijakan-kebijakan yang betul-betul membawa bangsa ini maju.

“Muhammadiyah punya modal untuk itu, karena memiliki lembaga pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi, itu menjadi kekuatan kemandirian Muhammadiyah, tetapi ini juga untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Oleh karena itu, tambahnya, dengan modal tersebut akan menjadi kekuatan strategis untuk membawa Indonesia itu berkemajuan. Negara yang dulu dicita-citakan menjadi lebih sejahtera lebih makmur lebih bersatu, lebih berdaulat, dan lebih bermartabat.

“Karena itu Muhammadiyah berharap seluruh kekuatan bangsa bersatu dan ada kebersamaan walapun ada perbedaan pilihan politik. Selain itu pemerintah nanti hasil Pemilu 2019, diharapkan adalah pemerintah untuk suruh rakyat Indonesia. Nah, disitulah Muhammadiyah akan menjadi kekuatan yang bisa bersinergi dengan semua pihak,” jelas Haedar.