WHO Ungkap Tiap 24 Detik 1 Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan

Ilustrasi kecelakaan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
07 Desember 2018 15:05 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, JENEWA Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sekitar 1,35 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di semua negara setiap tahunnya. Artinya setiap 24 detik satu nyawa melayang akibat kecelakaan di jalan.

WHO menambahkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas bertambah sekitar 100.000 orang. Bisa dikatakan kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh utama manusia dengan rentang usia 5-29 tahun.

"Hilangnya nyawa akibat kecelakaan lalu lintas merupakan harga yang tidak sepadan dengan mobilitas manusia. Tidak ada alasan untuk berdiam diri. Ini merupakan masalah besar yang semestinya segera dipecahkan," kata Ketua WHO, Tedos Adhanom Ghebreyesus, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (7/12/2018).

Laporan global tentang keselamatan jalan raya yang dirilis WHO berdasarkan data 2016 menunjukkan situasi yang buruk. Dalam laporan terakhir yang menggunakan data 2013 tercatat jumlah korban meninggal akibat kecelakaan di seluruh negara mencapai 1,25 juta orang.

WHO menilai meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah manusia dan penggunaan kendaraan bermotor. Ada sejumlah langkah yang telah dilakukan untuk menekan angka kecelakaan. Mulai dari pembatasan kecepatan, larangan mengemudi sambil mabuk, penggunaan sabuk pengaman, serta standar keamanan untuk penumpang anak-anak.

Selain itu, ada beberapa negara yang membangun fasilitas khusus untuk meningkatkan keamanan seperti trotoar dan jalur sepeda. Sayangnya, masih banyak negara berpenghasilan rendah yang belum menerapkan standar keamanan khusus di jalan raya, seperti di Afrika.

Angka kematian orang Afrika di jalan raya terbilang tinggi, yakni sekitar 26,6 kasus dari 100.000 orang. Bandingkan dengan Eropa yang hanya tercatat ada 9,3 kasus kematian dari 100.000 orang. Fakta lain yang tak kalah mengejutkan yakni hampir separuh korban meninggal adalah pejalan kaki dan pengendara sepeda kayuh.

Secara global, pejalan kaki dan pesepeda menyumbang angka 26 persen dari kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang persentasenya sekitar 44 persen di Afrika. Sementara kasus kematian pengendara sepeda motor akibat kecelakaan mencapai 28 persen. Tetapi, di kawasan Asia Tenggara jumlahnya bertambah menjadi sekitar 43 persen.