Catatan Peristiwa Dunia Hari Ini: 7 Desember 1941, Jepang Serang Pearl Harbour

Kondisi kapal milik Amerika Serikat (AS) USS Arizona kala diserang pasukan Jepang di Pearl Harbour, Hawaii, 7 Desember 1941. (Wikimedia.org)
07 Desember 2018 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Berbagai peristiwa bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 7 Desember. Salah satunya adalah saat pasukan Jepang menyerang markas Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Pearl Harbour, Hawaii.

Selain itu, ada beberapa kejadian penting lainnya yang layak dikenang pada 7 Desember. Demi mengenangnya, simak rangkuman Solopos.com tentang catatan persitiwa dunia hari ini yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org.

574
Yustinus II mengundurkan diri sebagai Kaisar Bizantium. Ia lantas menyerahkan takhtanya kepada jenderal militer di Kekaisaran Bizantium, Tiberius. Setelah Tiberius naik takhta, Kekaisaran Bizantium berdamai dengan Bangsa Visigoth di Spanyol dan berhasil mengalahkan Bangsa Berber di Afrika Utara. Namun demikian, perang melawan Persia yang berlangsung sejak masa kepemimpinan Yustinius II masih berlanjut.

1917
Amerika Serikat (AS) secara resmi mendeklarasikan perang terhadap Austria-Hungaria. Hal ini menyusul keterlibatan AS dalam Perang Dunia I yang juga baru bergabung dengan Sekutu. Dalam Perang Dunia I yang berlangsung selama lebih dari empat tahun, AS hanya terlibat selama setahun, yakni dari 1917 sampai 1918.

1941
Pasukan Jepang membombardir markas Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Pearl Harbour, Hawaii. Serangan tersebut menyebabkan 188 pesawat milik AS rusak parah serta 2.403 orang dari kubu AS kehilangan nyawa mereka. Selain itu, sebanyak 1.178 orang dari kubu AS mengalami luka-luka. Di pihak Jepang, tak kurang dari 29 pesawat hancur setelah digunakan untuk melakukan serangan bunuh diri, lima kapal selam rusak dan 65 tentaranya tewas. Selain itu, tercatat satu tentara Jepang, yaitu Kazuo Sakamaki, tertangkap pihak AS. Serangan tersebut kemudian memicu AS mendeklarasikan perang terhadap Jepang, Jerman, dan Italia. Atas deklarasi itu, AS lantas terlibat dalam Perang Dunia II dan bergabung dengan Sekutu.

1946
Kebakaran besar mendera Hotel Winecoff di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS). Sebanyak 119 orang tewas karena kebakaran itu. Peristiwa itu merupakan kebakaran paling mematikan sepanjang sejarah perhotelan di AS.

1949
Republik Tiongkok resmi memindahkan pusat pemerintahannya dari Nanjing ke Taipei di Pulau Taiwan setelah semakin terdesak dengan serangan-serangan yang dilakukan pasukan komunis dalam Perang Saudara Tiongkok. Beberapa bulan setelah pemerintahan Republik Tiongkok dipindah, pasukan komunis memenangi perang sekaligus mengambil alih kekuasaan di Tiongkok Daratan dan mendirikan Republik Rakyat Tiongkok. Meski perang berhenti, belum ada gencatan senjata atau perjanjian perdamaian antara Republik Tiongkok dan Republik Rakyat Tiongkok hingga kini.

1959
Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan Aceh sebagai daerah istimewa. Kala itu, status istimewa diberikan kepada Aceh sesuai dengan Keputusan Perdana Menteri Republik Indonesia No. 1/Missi/1959 yang isi keistimewaannya meliputi agama, peradatan, dan pendidikan.

1975
Pasukan Indonesia menginvasi Timor Leste setelah negara tersebut mendeklarasikan kemerdekaannya dari Portugal. Invasi ke Timor Leste yang disebut dengan Operasi Seroja itu bertujuan untuk mencaplok Timor Leste menjadi wilayah kekuasaan Indonesia. Operasi Seroja berlangsung lebih dari delapan bulan dan berakhir dengan kemenangan Indonesia yang berhasil mencaplok wilayah Timor Leste dan menjadikannya salah satu provinsi dengan nama Timor Timur. Timor Timur lantas kembali merdeka pada 19 Oktober 1999.

John George Terry. (Telegraph.co.uk)

1980
John George Terry lahir di Barking, London, Inggris. Namanya lantas terkenal setelah menjadi pemain sepak bola yang membela Chelsea pada 1998. Terry membela Chelsea selama 19 tahun sebelum akhirnya pindah ke Aston Villa pada pertengahan 2017.

Mikhail Gorbachev. (Reuters)

1987
Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev tiba di Amerika Serikat (AS) untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Ronald Reagan. Pertemuan tersebut menghasilkan salah satu perjanjian kontrol senjata yang paling signifikan dalam Perang Dingin. Reagan dan Gorbachev menandatangani perjanjian yang menyerukan semua rudal darat dan rudal balistik dengan jarak 320 mil sampai 3.400 mil di Eropa dilenyapkan.

1994
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional untuk kali pertama memperingati Hari Penerbangan Sipil Internasional. Sekitar dua tahun kemudian, PBB baru secara resmi menetapkan 7 Desember sebagai Hari Penerbangan Sipil Internasional.