Elektabilitas Stagnan, Erick Thohir Beralasan Ma'ruf Amin Belum Kampanye

Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin. (Istimewa)
07 Desember 2018 23:30 WIB Muhammad Ridwan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-ma'ruf Amin, Erick Thohir, menyebutkan bahwa  calon wakil presiden no urut 01 Ma’ruf Amin selama ini belum berkampanye. Menurutnya, jika sudah Ma'ruf sudah berkampanye, hasilnya akan signifikan.

Kalau pun selama ini mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut telah mengunjungi sejumlah daerah, maka hal itu tak lebih dari kunjungan silaturahmi. “Kan Abah [Ma’ruf Amin] belum bergerak. Belum kampanye. Kalau nanti Abah  kampanye. Wuih!” ujarnya di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Erick mengatakan atas dasar tersebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin masih stagnan di sekitar 53%. “Silaturahmi sama kampanye beda. Kalau sudah datang ke pasar itu baru. Ini baru check and balance,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa calon wakil presiden 01 itu diagendakan berkampanye pada awal  2019. Setelah berkampanye, pihaknya optimistis akan mendapatkan suara sebesar 70%.

Masa kampanye Pilpres 2019 memang relatif panjang dibandingkan kampanye pada pilpres sebelumnya. Sedangkan pemungutan suara akan berlangsung bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif pada 17 April 2019. 

Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Pemilu DPR dan pemerintah menyepakati Pemilu 2019 dilaksanakan pada Rabu 17 April 2019. Kesepakatan soal jadwal pemilu serentak antara pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden itu dicapai setelah Komisi II DPR berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Beberapa alasan disepakatinya tanggal 17 April 2019 adalah pertama hari Rabu secara implisit disepakati sebagai harinya pemilu di Indonesia, sehingga semua proses pemilu termasuk pilkada konsisten dilaksanakan pada hari Rabu," kata Ketua Panitia Kerja RUU Pemilu Lukman Edy, Selasa (25/4/2017).

Menurutnya, pertimbangan praktisnya adalah hari Rabu dianggap sebagai hari yang paling rasional untuk menghindari kecilnya partisipasi pemilih. Kalau pemilu dilaksanakan pada hari lain seperti Kamis dan Jumat, maka kecenderungannya pemilu akan dijadikan liburan panjang oleh pemilih sehingga menggunakannya untuk liburan akhir pekan.

"Kedua, dipilih tanggal 17, karena pertimbangan tidak ada pasangan calon presiden maupun partai yang mendapat nomor urut 17," ujarnya.

Sumber : Bisnis/JIBI