14 Jenazah Korban Teror di Nduga Papua Diterbangkan ke Makassar

Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12 - 2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya (Antara/Iwan Adisaputra)
07 Desember 2018 17:00 WIB Andini Ristyaningrum Nasional Share :

Solopos.com, MAKASSAR -- Korban penembakan oleh kelompok bersenjata di Yigi, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, rencananya akan diterbangkan hari ini, Jumat (7/12/2018). Sebanyak 14 korban dibawa ke Makassar.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Hasanuddin Henny Purwani mengatakan ada total 14 jenazah korban yang akan diterbangkan ke Makassar menggunakan pesawat Alfa Hercules 1331.

"Jadi enam lainnya merupakan korban yang berasal dari Kalimantan, NTT, dan Palu. Semua akan dikirim ke Makassar karena rute penerbangannya hanya ada Makassar dan Jakarta," kata Henny.

Di Lanud Hasanuddin sendiri tampak sudah bersiaga ambulans dari Dokpol Polda Sulsel untuk menjemput jenazah para korban. Henny mengatakan, persiapan untuk menunggu kedatangan jenayah sudah dilakukan sejak Jumat pagi.

Namun, jadwal kedatangan jenazah para pekerja konstruksi itu terus mengalami perubahan. Kedatangan jenazah mulai dijadwalkan datang sejak Jumat pagi pukul 07.00 Wita. Namun berdasarkan konfirmasi terakhir, jenazah dipastikan tiba Lanud Hasanuddin pukul 18.00 Wita.

Adapun data korban yang berasal dari Sulsel yaitu Muhammad Agus, Lipanus Nano, Agustinus K, Daniel Kerre, Markus Allo, Fais Syahputra, Anugrah, Carly Fatrino. Keluarga sangat menunggu kedatangan korban, salah satunya Fadillah Aulia istri dari Fais Syahputra.

"Saya sendiri baru mendengar kabar itu dari keluarga tadi pagi. Ciri-cirinya dikenali dari bekas tato yang ada di tangan kanannya," ungkap Fadillah.

Ia menerangkan, suaminya baru tiga bulan bergabung dalam proyek pembangunan jembatan di Nduga, Papua, yang ditender oleh PT Istaka Karya. Fadillah juga menyebutkan kali terakhir dia berkomunikasi dengan sang suami pada 13 November lalu. Fadillah mengaku ikhlas menerima kejadian ini.

Sumber : Bisnis/JIBI