2020, 40 Ponpes Ditargetkan Punya Akademi Komunitas Setara D2

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir. (Antara/M Agung Rajasa)
07 Desember 2018 15:24 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, SEMARANG — Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan 30-40 pondok pesantren (ponpes) memiliki akademi komunitas setara D1 dan D2 pada 2019 hingga 2020 mendatang.

Menristekdikti, Moh. Nasir, mengatakan saat ini telah banyak ponpes yang memiliki jenjang pendidikan SMA/SMK. Kemenristekdikti mendorong pesantren di Indonesia meningkatkannya ke jenjang pendidikan tinggi.

“Kita tingkatkan kualitasnya ke pendidikan tinggi melalui jembatan yang namanya akademi komunitas. Saya menargetkan 30-40 pondok pesantren memiliki akademi komunitas di 2019-2020,” ujar Menristekdikti saat membuka acara Sosialisasi dan Launching Akademi Komunitas Berbasis Pesantren di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Rabu (5/12/2018), seperti dilansir di laman ristekdikti.go.id.

Melalui akademi komunitas, pendidikan vokasi pada jenjang perguruan tinggi dapat dilaksanakan. Pendidikan vokasi melalui akademi komunitas diharapkan dapat dikembangkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Nasir menambahkan pendidikan vokasi di pesantren tidak hanya teknik elektro, teknik mesin, atau teknik komputer, melainkan sesuai dengan potensi daerah. Tujuannya meningkatkan daya saing untuk bekerja di industri dan mengembangkan potensi daerah.

“Kita perlu membangun pendidikan tinggi atau keterampilan di pesantren. Jadi tidak hanya belajar ilmu agama, tapi juga keahlian yang lain,” tutur Menristekdikti.

Bekerja sama dengan Konsorsium Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama dan Yayasan Penabulu, Kemenristekdikti menyosialisasikan bentuk dan persyaratan pendirian pendidikan tinggi akademi komunitas kepada 99 perwakilan pesantren di Provinsi Jawa Tengah. Saat ini terdapat lebih dari 90 ponpes di Provinsi Jawa Tengah dan lebih dari 70 ponpes di Provinsi Jawa Timur yang memiliki pendidikan SMK.

Namun, baru dua akademi komunitas di pondok pesantren yang berdiri di Jawa Tengah. Menristekdikti mendorong lebih banyak lagi ponpes yang memiliki akademi komunitas.

Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, sangat senang dan mengapresiasi tumbuhnya akademi komunitas di pondok pesantren di Jawa Tengah. Hal tersebut tidak hanya mendorong santri SMK untuk melanjutkan ke D-1, tapi juga dapat mendorong lulusan menjadi tenaga siap bekerja atau berwirausaha sesuai lingkungan sekitar.

“Presiden meminta untuk menggenjot pembangunan infrastruktur, baru kemudian SDM. Kami harap melalui akademi komunitas dapat meningkatkan soft skill agar terbentuk SDM yang berkualitas”, kata Taj Yasin.

Acara tersebut dihadiri Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Dikti Patdono Suwignjo; Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Letjen TNI Doni Monardo; serta perwakilan perguruan tinggi, dan industri.