Sandiaga Uno Janjikan One Kyai for One Center Entrepreneurship, Apa Itu?

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyapa warga Kampung Sebandaran, Kelurahan Gabahan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jateng, Rabu (24/10 - 2018). (Antara/Wisnu Adhi)
07 Desember 2018 13:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berjanji akan membentuk One Kyai for One Center Entrepreneurship jika dirinya terpilih di Pilpres 2019 mendatang. Program tersebut mengarah pada satu kiai dengan satu pusat pelatihan wirausaha.

"Jadi desa bisa mandiri, guru ngaji juga punya penghasilan lebih," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (7/12/2018).

Hal tersebut dikatakan Sandiaga saat acara bertajuk Curhat Kyai Kampung kepada Bang Sandi di Hotel Syariah Radho Jalan Simpang Kawi, Klojen, Kota Malang, Kamis. Banyak hal yang harus diperbaiki terutama kebijakan pada guru-guru ngaji yang punya keikhlasan dan keinginan memperkuat rohani anak bangsa.

"Insya Allah saya tampung aspirasinya. Kami akan menyejahterakan guru ngaji dan kiai," kata pasangan capres Prabowo Subianto itu.

Para kiai dan ustazah yang datang dari berbagai pelosok desa di Malang ini punya keluhan yang sama. Yakni peningkatan kesejahteraan dan ekonomi.

Harga-harga kebutuhan pokok yang naik tidak seimbang dengan penghasilan yang mereka dapatkan. Sebagaimana curhat guru ngaji Sri Handayani dari Bareng.

"Dulu kami masih dibantu dengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), ini sangat membantu, namun dana itu dihentikan bagi tempat pendidikan yang tidak punya surat yayasan dari Kementerian Hukum dan HAM," kata Sri.

Akhirnya dia hanya mendapatkan uang operasional Rp8.000 per hari, kalau sebulan ditotal hanya Rp224.000.

Sementara Salim Asegaf mengaku biaya listrik yang tinggi juga membebani kehidupan para kiai kampung. "Bayangkan pak, kami enggak punya televisi juga enggak punya mesin cuci, tapi satu bulan bisa lebih dari Rp300.000, tiap kali meteran listrik berbunyi deg-degan rasanya," kata Salim.

Mantan wakil gubernur DKI ini prihatin dengan curhatan Ibu Srihandayani. Dia juga menjawab keluhan Habib Salim Assegaf. "Masalah energi ini juga harus ada solusinya. Bangsa ini kaya dengan sinar matahari. Sudah harus kita pikirkan untuk swasembada energi surya dengan membatasi energi fosil. Enerji yang terbarukan,” kata Sandiaga.

Sumber : Antara