Prabowo: Yang Tak Tulis Peserta 212 Belasan Juta, Bukan Jurnalis

Capres Prabowo Subianto berbincang dengan Anthony Tan Founder and Group CEO GRAB South East Asia pada acara The World 2019 Gala Diner di Singapura, Selasa (27/112018). (Istimewa - Tim pemberitaan Prabowo/Sandi)
05 Desember 2018 19:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Calon presiden no urut 2 Prabowo Subianto benar-benar kesal dengan pemberitaan yang tidak menyebut jumlah peserta Reuni 212 mencapai jutaan orang. Prabowo mengaku dirinya memantau berita-berita yang muncul di koran setiap hari. 

Mantan Danjen Kopassus itu menyebut setiap hari ada 5-8 koran yang tersedia di rumahnya setiap pagi hari. Bukannya mencari berita terkini, kata Prabowo, dirinya mencari apa yang disebutnya sebagai "kebohongan yang muncul hari ini".

“Saya lihat bohong apa lagi nih, bohong apa lagi nih yang mereka bilang. Saya hanya lihat itu,” katanya saat menjadi pembicara Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Puncak dari kebohongan media, tuding Prabowo, adalah saat para wartawan tidak menulis Reuni 212 dihadiri belasan juta orang dan memberitakan hanya ada belasan ribu massa saja. Selain itu, beberapa koran pada edisi keesokan harinya tidak menjadikan peristiwa itu sebagai berita di halaman utama dan lebih mementingkan isu lain.

“Saya kira ini kejadian pertama ada karena banyak manusia kumpul sebanyak itu tanpa dibiayai sipapaun. Mereka dibiayai sendiri, rekan-rekannya dan yang mau bantu rakyat sekitarnya. Saya kira ini belum pernah terjadi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Prabowo tidak mau mengakui wartawan bagi mereka yang tidak menulis acara reuni 212 dihadiri jutaan jemaah. Menurutnya, sudah saatnya media massa bicara apa adanya. Jika acara saat itu dihadiri belasan juta, minimal Prabowo berharap media menulis dengan kata jutaan, bukan malah belasan ribu.

“Hey kalian yang tidak mau tulis belasan juta, kalian tidak berhak dapat predikat jurnalis lagi. Boleh anda ke sini dan ke sana, tapi saya tidak akui anda sebagai jurnalis,” ucapnya.

Sumber : Bisnis/JIBI