Tim Jokowi: Kemarahan Prabowo Indikasi Unsur Kampanye di Reuni 212

Situasi Reuni Alumni 212 di kawasan Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (2/12 - 2018). (Antara)
05 Desember 2018 18:30 WIB Muhammad Ridwan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Prabowo Subianto akhirnya meluapkan kekesalannya terhadap pemberitaan Reuni 212 yang tidak sesuai harapannya. Kubu tim kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin pun menyebut kemarahan Prabowo menunjukkan sisi politis Reuni 212.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut acara Reuni 212 sebagai panggung kampanye terselubung calon presiden nomor urut 02. Sebagai bukti tambahan, katanya, kemarahan Prabowo atas pemberitaan yang kurang memuaskan pada acara Reuni 212 semakin menunjukkan acara tersebut bermuatan politis.

Kehadiran Prabowo Subianto ke acara tersebut menurut Karding dapat menjadi bukti bahwa acara tersebut dijadikan kampanye terselubung. Meski sebelumnya,  sejumlah tokoh oposisi menyebut Reuni 212 bukan kegiatan politik.

“Menurut saya apa yang terjadi, Pak Prabowo harus dijadikan indikasi, dugaan awal, salah satu bukti oleh Bawaslu, bahwa [Reuni] 212 mengandung unsur-unsur kampanye dan pencitraan diri," kata Karding, di Media Center Jokowi-Ma’ruf Amin, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

“Nah kalau di Monas ini ada yang kebakaran jenggot lalu merasa tidak terpublikasi dengan masif, itu patut dipertanyakan bahwa itu ada unsur-unsur yang sangat kuat dan politis," tutur Karding.

Sebagai pembanding, Karding menuturkan saat acara yang digelar Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperingati hari santri di Sidoarjo, Jawa Timur, 28 Oktober 2018 lalu. Karding mengklaim bahwa saat itu jumlah peserta jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan acara Reuni 212 di Monas, Jakarta.

Namun, kata dia, mengungkapkan hingga saat ini tidak ada pihak yang mempermasalahkan minimnya publikasi untuk acara tersebut. “Teman-teman NU biasa-biasa saja, karena memang tujuannya istigasah, berdoa, bukan tujuan politik,” pungkasnya.

Sumber : Bisnis/JIBI