Sandiaga Uno Kutuk Penembakan 31 Pekerja di Nduga Papua

Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno mendapat sambutan meriah para kader Partai Amanat Nasional eks-Keresidenan Pekalongan, Jateng, Selasa (25/9 - 2018). (Antara/Kutnadi)
05 Desember 2018 11:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA – Sandiaga Uno mengutuk penembakan 31 pekerja proyek pembangunan jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak di jalur Trans Papua, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Prabowo-Sandiaga mengutuk tindakan kekerasan di Papua, apalagi pada kegiatan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat," ujarnya ketika ditemui setelah berdialog dengan pelaku ekonomi dan kewirausahaan di di Surabaya, Selasa (4/12/2018) malam, sebagaimana dilansir Antara.

Sandiaga Uno mengaku sangat prihatin terhadap pembantaian terhadap puluhan orang pekerja tersebut, dan berharap pemerintah menindak tegas para pelaku, serta menangani kasusnya hingga tuntas.

"Aparat harus mencari siapa di balik kasus ini. Lalu, pelakunya dibawa ke meja hukum sebab tindakan mereka itu sangat tidak bisa dibenarkan," ucap mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Sebelumnya, sebanyak 31 orang tewas dibantai KKB di lokasi proyek jalan Trans Papua yang diduga terjadi pada Sabtu (1/12/2018) dan Minggu (2/12/2018).

Mereka dibunuh saat membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga.

Akibat kejadian tersebut, proyek Trans Papua yang dikerjakan sejak akhir 2016 dan ditargetkan selesai 2019 itu dihentikan sementara waktu.

Sumber : Antara

Kolom 21 hours ago

Jelalatan