Kronologi Pembantaian di Nduga Papua, Kelompok Bersenjata Marah Direkam Pekerja

Ilustrasi Penembakan (Solopos - Whisnupaksa)
04 Desember 2018 18:32 WIB Adib Muttaqin Asfar, Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAYAPURA -- Tragedi pembantaian terhadap 31 pekerja proyek jembatan PT Istaka Karya (Persero) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua, diduga dipicu kemarahan kelompok separatis Papua terhadap para pekerja. Mereka marah karena para pekerja merekam aktivitas kelompok tersebut di daerah tersebut.

Laporan awak TV One dari Jayapura yang ditayangkan live, Selasa (4/12/2018) petang, menjelaskan kronologi peristiwa pembantaian tersebut. Peristiwa itu bermula dari aktivitas kelompok bersenjata tersebut di dekat kawasan proyek jembatan, yaitu sekitar Kali Yigi, pada Sabtu (1/12/2018). Namun, aktivitas itu terlihat oleh para pekerja yang kemudian merekam momen itu.

Momen itu merupakan bagian dari peringatan hari yang mereka yakini sebagai HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM). Saat itu, ada pengibaran bendera bintang kejora yang merupakan simbol OPM.

Sadar aktivitas mereka direkam, anggota kelompok itu kemudian marah dan terjadi cekcok dengan para pekerja. Cekcok itu berujung penembakan yang menyebabkan 24 orang pekerja meninggal dunia di tempat.

Sementara itu, sejumlah pekerja lainnya melarikan diri ke rumah-rumah warga sekitar. Namun, kelompok bersenjata itu mengejar mereka dan kembali membunuh 7 orang sehingga total ada 31 orang yang meninggal dunia. Selain itu, masih ada 1 orang lainnya yang belum diketahui nasibnya.

Data yang dihimpun Antara menyebutkan bahwa Pendeta Wilhelmus Kogoya, tokoh gereja di Distrik Yigi, telah melaporkan kasus pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga yang menewaskan 24 tukang.

Dari laporan tersebut, terungkap dua pekerja melarikan diri dan selamat, dan kini berada di Distrik Mbua. Sementara itu, delapan lainnya di Distrik Yal diselamatkan keluarga Alimi Gwijangge yang menjabat Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nduga dan dibawa ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi mengatakan prajurit TNI bersama Polri akan terus mengejar para pelaku penembak puluhan pekerja di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua.

"Yang jelas Kodam Cenderawasih tetap melaksanakan penindakan, kita akan cari, kejar sampai di mana pun mereka berada," katanya ketika dimintai konfirmasi dari Kota Jayapura, Papua, Selasa, dilansir Antara.

Menurut dia, personel TNI yang ada di pegunungan tengah Papua, terutama yang berada di Kabupaten Jayawijaya sudah pasti akan membantu personel Polri yang melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan puluhan pekerja jembatan di Kali Yigi dan Kali Auruk, Kabupaten Nduga.