Batal Undang Jokowi, Ini Alasan Panitia Reuni 212

Massa aksi 212 memadati kawasan Monas di Jakarta, Jumat (2/12 - 2016). Aksi tersebut menuntut Ahok ditahan karena dianggap menista agama. (Bisnis/Abdullah Azzam)
01 Desember 2018 16:40 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Panitia Reuni 212 batal mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama tim sukses Jokowi-Ma'ruf Amin. Hal itu atas arahan para tokoh 212 dan Pemimpin Front Pemuda Islam (FPI) Rizieq Syihab.

Ketua OC Reuni 212 Bernard Abdul Jabar mengatakan bahwa pembatalan undangan ini karena Jokowi dan tim kampanye tidak menyetujui aksi tersebut. Aksi ini merupakan reuni para peserta 212 yang mendemo Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada akhir 2016 lalu menjelang Pilkada Jakarta.

“Ngapain diundang. KH Ma’ruf Amin juga tidak setuju. Bahkan menghalangi dengan bilang untuk tidak datang reuni. Ngapain kita undang. Percuma. Mubazir undangannya,” katanya saat dihubungi Bisnis/JIBI, Sabtu (1/12/2018).

Pengumuman itu disampaikan melalui maklumat yang ditandatangani Bernard dan Ketua SC Muhammad Al Khottot. Ada lima pernyataan yang mereka sampaikan.

Pertama, mereka batal mengundang Jokowi dan timnya. Menurut panitia, mereka batal diundang karena anti Aksi 212. Panitia menuding mereka tidak mensyukuri anugerah 212 bahkan berupaya mengkriminalisasi ulama serta aktivis 212.

Selanjutnya jika Nisa Sabyan hadir, kata Bernard, maka dipersilakan duduk di tempat akhwat sebagai tamu kehormatan dan tidak mengisi acara. Bernard menjelaskan bahwa surat undangan sudah diberikan kepada penyanyi Nisa dan masih dibahas apakah akan mengisi acara atau tidak.

“Cuma tidak dengan musik. Rhoma Irama juga kita undang tapi tidak dengan Soneta Group,” ucapnya.

Ketiga, kepada jemaah yang akan hadir, panitia menyarankan langsung menuju Monas karena semua rangkaian acara Reuni Akbar Mujahid 212 berlangsung di Monas. Bagi yang membawa kendaraan, peserta bisa parkir di area parkir yang sudah disiapkan seperti IRTI, Lapangan Banteng, Lemhanas, dan Istiqlal

Panitia berharap peserta sudah ada di Monas selambat-lambatnya sebelum pukul 05.00 WIB agar tidak terkena pengalihan jalur lalu lintas karena adanya kegiatan hari bebas kendaraan.

Keempat, jemaah dilarang membawa dan memakai bendera, atribut, kostum partai atau capres cawapres apapun. Akan tetapi mereka diserukan membawa bendera Merah Putih dan bendera Tauhid aneka warna sesuai yang disukai.

Terakhir, panitia mewajibkan jemaah Reuni 212 menjaga ketertiban dan kedamaian serta kebersihan selama acara berlangsung dan taat pada komando panitia.

Sumber : Bisnis/JIBI