Presiden Ukraina: Negara Kami Darurat Perang

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko. (Reuters)
29 November 2018 04:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, KIEV Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, memperingatkan ketegangan dengan Rusia bakal semakin buruk. Dia khawatir insiden penembakan yang terjadi di Laut Hitam bakal memberi dampak yang lebih besar. Menurutnya, Ukraina tengah berada dalam ancaman konflik militer dengan Rusia.

Petro Poroshenko terus memperingatkan militer Ukraina untuk bersiaga menghadapi perang. Dia khawatir ketegangan yang terus meningkat menyebabkan hubungan Ukraina dengan Rusia semakin memburuk. "Saya tidak ingin menganggap remeh masalah ini. Saat ini, Ukraina berada dalam ancaman perang skala besar dengan Rusia," kata Petro Poroshenko seperti dilansir The Guardian, Rabu (28/11/2018).

Saat ini, jumlah pasukan Rusia yang disiagakan di perbatasan Rusia-Ukraina terua meningkat. Jumlah pasukan terus bertambah setelah tiga kapal perang Ukraina ditembaki dan disita Rusia, Minggu (25/11/2018). Rusia menuduh ketiga kapal itu melintasi perairan mereka tanpa izin dan mengabaikan peringatan penjaga pantai. Akhirnya, mereka menembaki kapal tersebut saat melintas di Selat Kerch dekat Laut Hitam.

Insiden penembakan tersebut dikhawatirkan memunculkan konflik yang lebih besar sejak 2014. Kala itu, insiden berdarah tersebut merenggut nyawa sekitar 10.000 orang. Itulah sebabnya Ukraina khawatir insiden di Laut Hitam bakal berakibat fatal.

Pemerintah Ukraina mendesak pelaut mereka dibebaskan. Mereka juga meminta dunia Barat menjatuhkan sanksi kepada Rusia. Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, memperingatkan agar Ukraina tidak melakukan tindakan gegabah. Apalagi Ukraina baru saja mengumumkan undang-undang darurat militer.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan kemungkinan pembatalan pertemuan dengan Vladimir Putin di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Buenos Aires, Argentina, akhir pekan ini. Padahal Presiden Ukraina hendak meminta bantuan Donald Trump untuk mengakhiri ketegangan dengan Rusia.

Kolom 20 hours ago

Jelalatan