Alumnus UMS Nakhoda Baru Pemuda Muhammadiyah

NAKHODA BARU: Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah terpilih, Sunanto (kiri) berfoto bersama Sekretaris Jenderal PP Pemuda Muhammadiyah yang baru, Dzul Fikar Ahmad Tawalla, di arena Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah, Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (28/11/2018) malam. - muhammadiyah.or.id
29 November 2018 22:28 WIB Haryono Wahyudianto Nasional Share :

JOGJA -- Forum Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah memilih Sunanto sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah periode 2018—2022. Pada pemilihan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu, Rabu (28/11/2018) malam, Sunanto meraih 590 suara mengalahkan dua kandidat lainnya yaitu Ahmad Labib 292 suara, dan Ahmad Fanani 266 suara.

Dengan meraih suara terbanyak, Cak Nanto, panggilan akrab Sunanto, berhak menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak yang telah memimpin organisasi itu pada periode 2014—2018.

Sunanto bukanlah orang baru di PP Pemuda Muhammadiyah. Pada masa kepemimpinan Dahnil, alumnus Jurusan Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu menjabat sebagai Ketua Hikmah dan Hubungan Antarlembaga.  Sembari mengurus Pemuda Muhammadiyah, Sunanto juga berkecimpung di Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR). Sejak 2017, posisinya di lembaga pemantau pemilu itu sebagai Koordinator Nasional, menggantikan Mochammad Afifuddin yang terpilih sebagai komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Cak Nanto bukanlah aktivis baru di keluarga Muhammadiyah. Pria kelahiran Lobuk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, 24 September 1980 itu, merupakan kader tulen persyarikatan yang tumbuh dan berkembang dari proses perkaderan Muhammadiyah. Bahkan sejak kecil, Cak Nanto tinggal di Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Sumenep.

Di kampungnya itu Sunanto menempuh pendidikan dasar hingga menengah. Saat mengenyam bangku SMA Muhammadiyah 1 Sumenep, Sunanto aktif di Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM)—sekarang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)--dan tercatat pernah menjadi Sekretaris IRM Sumenep.

Lalu dia melanjutkan pendidikan di UMS dan menetap di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS, Makamhaji, Kartasura. Dia pun aktif di kepengurusan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Sunanto bahkan pernah menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah.

Rapat formatur Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah memutuskan Sunanto akan didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Dzul Fikar Ahmad Tawalla. Sunanto menegaskan tak akan menyeret Pemuda Muhammadiyah ke dalam politik praktis. "Seperti yang saya katakan, Pemuda Muhammadiyah tidak akan saya seret ke politik praktis. Tapi akan kami gerakkan individu yang memiliki potensi untuk berpolitik," kata dia.

Baginya, nama besar Pemuda Muhammadiyah begitu besar telah ditorehkan oleh Ketua Umum lama, Dahnil Anzar Simanjuntak. Untuk itu, ke depan ia ingin membawa Pemuda Muhammadiyah semakin kuat dan maju. "Dan lebih mampu mengantarkan kader-kadernya di orbitasinya," kata dia.

Ke depan, sebutnya, Pemuda Muhammadiyah harus memperkukuh gerakan di bawah tenda besar tauhid, ilmu, dan amal. "Pemuda Muhammadiyah akan terus bergerak memajukan bangsa," paparnya.

Disinggung soal kasus Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017 yang menyeret Pemuda Muhammadiyah, Cak Nanto menyatakan untuk tahap awal akan mengumpulkan informasi. Dia menjelaskan akan berupaya mengawal kasus tersebut dan akan memberikan pendampingan. "Insya Allah saya tanya terlebih dahulu [ke pengurus lama]," ujarnya.

Kolom 20 hours ago

Jelalatan