Kasus Bahar Bin Smith Diproses Kepolisian, Fadli Zon Sebut Kezaliman

Bahar bin Smith (Youtube)
29 November 2018 17:34 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Politikus Gerindra Fadli Zon mengomentari penyelidikan terhadap terlapor Bahar bin Smith. Penceramah Front Pembela Islam (FPI) itu dilaporkan dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi.

Menurut Fadli, kepolisian cepat mengusut kasus tersebut. Hal itu, katanya, membuktikan kezaliman pemerintah yang sempurna.

Kasus ujaran kebencian itu bermula dari sebuah ceramah dalam video yang diunggah di YouTube. Dalam ceramahnya, Bahar menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) banci.

Fadli mengakui belum melihat video tersebut. Akan tetapi, menurutnya wajar apabila Bahar melontarkan kritik terhadap Jokowi dengan menggunakan istilah metafora. Dia mengaku mengenal Bahar sebagai pribadi yang cerdas, berpikiran tajam, dan kritis.

"Saya belum dengar ya, jadi saya belum bisa komentar harus mendengarkan [melihat video] dulu. Tetapi kalau itu maksudnya metafora, pengandaian ya tak usah baperlah. Itu biasalah demokrasi," kata Fadli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Kamis (29/11/2018), dilansir Suara.com.

Saat mendapatkan informasi bahwa kepolisian membuka penyelidikan atas kasus dugaan ujaran kebencian itu, Fadli menilainya sebagai kezaliman sempurna. Alasannya, dirinya menilai polisi cepat bertindak kalau yang dilaporkan bukan dari pihak yang dekat dengan pemerintah.

"Apalagi kalau ada yang melaporkan terus langsung diproses, sementara kalau kepada yang dekat dengan pemerintah atau yang menguntungkan pemerintah tidak diproses. Jadi ini kezalimannya sempurna.”

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri langsung membuka penyelidikan terkait kasus ujaran kebencian yang diduga dilakukan Bahar bin Smith. Kasus ini sebelumnya dilaporkan komunitas pendukung Presiden Joko Widodo yang tergabung dalam Jokowi Mania.

"Laporan sudah diterima oleh Robinop Polri, saat ini laporan sudah diserahkan ke Direktorat Siber Bareskrim Polri yang akan menangani kasus tersebut," ujar Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat di konfirmasi, Kamis (29/11/2018).

Sumber : Suara.com

Kolom 7 hours ago

Jelalatan