Catatan Peristiwa Dunia Hari Ini: 28 November 1975, Timor Leste Merdeka dari Portugal

Upacara bendera di Timor Leste saat masih dikuasai Portugal, 1970. (Wikimedia.org)
28 November 2018 13:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Berbagai peristiwa bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 28 November. Salah satunya adalah kala Timor Leste mengumumkan kemerdekaannya dari Portugal yang telah menguasainya sejak abad ke-16.

Selain itu, ada beberapa kejadian penting lainnya yang layak dikenang pada 28 November. Demi mengenangnya, simak rangkuman Solopos.com tentang catatan persitiwa dunia hari ini yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org:

Monumen di Edinburgh, Skorlandia untuk memperingati Pertempuran Rullion Green. (Wikimedia.org)

1666
Pasukan Kerajaan Skotlandia berjumlah sekitar 3.000 tentara berhasil mengalahkan pasukan pemberontak yang hanya beranggotakan 900 orang dalam Pertempuran Rullion Green di Bukit Pentland, Lothian, Skotlandia. Pertempuran itu lantas menjadi peristiwa penting pada sejarah Skotlandia. Bahkan, sejak 2009 lalu, lokasi pertempuran tersebut dilindungi sebagai lokasi penelitian terkait Pertempuran Rullion Green.

1899
Pertempuran antara pasukan Inggris dan pasukan Afrika Selatan meletus di dekat Sungai Modder, Afrika Selatan. Pertempuran yang dipicu upaya pasukan Afrika Selatan mengusir pasukan Inggris itu berakhir dengan kemenangan Inggris. Kini, bentrok kedua pasukan tersebut dikenang dengan sebutan Pertempuran Sungai Modder.

1912
Albania mendeklarasikan kemerdekaannya dari Kesultanan Ottoman. Peristiwa itu tak lepas dari keberhasilan pemberontakan yang dilakukan orang-orang Albania sebelumnya serta mulai lemahnya kekuatan Kesultanan Ottoman mengontrol wilayah kekuasaannya.

1942
Kebakaran hebat melanda kelab malam Cocoanut Grove di Bay Village, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat (AS). Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 492 orang. Dengan jumlah korban tewas yang cukup banyak, kebakaran tersebut sempat menjadi berita utama di beberapa surat kabar di AS menggeser berita Perang Dunia II yang telah bertahun-tahun menjadi headline di beberapa surat kabar AS.

Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, Presiden Amerika Serikat (AS) Franklin D. Roosevelt, dan Pemimpin Uni Soviet Josef Stalin (dari kiri ke kanan). (Ww2today.com)

1943
Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, Pemimpin Uni Soviet Josef Stalin, serta Presiden Amerika Serikat (AS) Franklin D. Roosevelt bertemu di Tehran, Iran. Pertemuan itu bertujuan untuk membahas strategi perang demi mengalahkan Jerman dalam Perang Dunia II dengan melemahkan persekutuan Blok Poros.

1960
Mauritania secara resmi meraih kemerdekaan penuh dari Prancis. Sebelumnya, negara yang terletak di bagian barat Afrika itu telah menjadi jajahan Prancis sejak awal 1900-an.

1975
Timor Leste mengumumkan kemerdekaannya dari Portugal yang telah menguasainya sejak abad ke-16. Beberapa waktu setelah pengumuman kemerdekaan dari Portugal itu, tentara Indonesia lantas menginvasi Timor Leste untuk mencaploknya menjadi wilayah kekuasaan Indonesia.

1979
Pesawat Mc Donnell Douglas DC-10-30 yang dioperasikan maskapai penerbangan Air New Zeland menabrak Gunung Erebus di Antartika. Kecelakaan pesawat yang terbang dari Bandara Internasional Auckland, Selandia Baru itu menewaskan seluruh 237 penumpang dan 20 awak pesawat. Penyebab kecelakaan itu masing simpang siur, namun banyak yang meyakini kecelakaan pesawat itu disebabkan kesalahan pilot dan alat navigasi.

1980
Pertempuran antar-angkatan laut antara Iran dan Irak meletus di perairan dekat Teluk Persia. Dalam salah satu pertempuran di masa Perang Iran-Irak yang berlangsung selama dua hari itu, pasukan Iran berhasil menang telak. Hari kemenangan itu lantas diperingati Iran sebagai Hari Angkatan Laut Iran.

2002
Serangan teroris mendera kawasan Mombasa, Kenya. Teroris berhasil meledakkan diri di hotel milik pengusaha asal Israel di Mombasa, sementara serangan yang menyasar pesawat milik maskapai penerbangan asal Israel gagal dilancarkan. Akibatnya, 13 orang tewas dan sedikitnya 80 orang terluka dalam kejadian tersebut. Kelompok Al-Qaeda dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.