Dosen Paksa Mahasiswa Ikut Reuni 212? Universitas Ibnu Khaldun Siapkan Sanksi

Ilustrasi aksi (Twitter)
28 November 2018 20:00 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Universitas Ibn Khaldun Bogor tengah menyelidiki seorang dosen berinisial D yang memaksa mahasiswanya ikut Aksi Reuni 212 sebagai pengganti nilai Ujian Tengah Semester (UTS). Pimpinan universitas menegaskan tidak pernah ada aturan semacam itu.

Rektor Universitas Ibn Khaldun, E. Bahruddin kepada Bisnis/JIBI menjelaskan secara institusi pihaknya tidak pernah menginstruksikan kepada dosen agar mahasiswanya diajak Aksi Reuni 212. Menurut Bahruddin, dosen yang memerintahkan semua mahasiswanya ikut Aksi Reuni 212 sebagai pengganti nilai UTS tersebut melanggar aturan akademik dan bisa terkena sanksi tegas.

"Kalau pun memang dosen itu menginstruksikan mahasiswanya agar ikut aksi sebagai pengganti nilai UTS, maka itu pelanggaran akademik dan kami akan berikan sanksi," tuturnya kepada Bisnis/JIBI, Rabu (28/11/2018).

Bahruddin menjelaskan bahwa Universitas Ibn Khladun Bogor akan menggelar UTS pada 5-17 Desember 2018. Sementara itu nilai UTS sudah harus masuk sepekan setelah UTS digelar. Menurutnya, janji pemberian nilai setelah mahasiswa ikut dalam Aksi Reuni 212 adalah tidak benar atau palsu.

"Kalau kaitannya itu dengan UTS, UTS itu jadwalnya sudah terjadwal 5 sampai 17 Desember dan nilai sudah harus masuk seminggu setelah UTS. Jadi tidak mungkin, aksinya saja tanggal 2 Desember," katanya.

Bahruddin juga memastikan akan memanggil dan menegur dosen yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Menurutnya, jika dosen tersebut terbukti bersalah dan menggabungkan kepentingan akademik dengan kepentingan pribadi, maka sanksi paling berat adalah pemutusan hubungan kerja dengan Universitas Ibn Khaldun.

"Dosen itu kan sebagai pegawai, sanksinya diberi peringatan, SP1 dan SP2 dan SP3. Setelah itu akan kita putus hubungan kerjanya. Itu sanksi tegasnya," ujarnya.

Sementara itu, dosen D tidak memberikan respons ketika Bisnis/JIBI mencoba meminta konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat (SMS). 

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 7 hours ago

Jelalatan