Kadin Godok Rekomendasi Pengusaha

Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Ketua umum Kadin Rosan P Roesani bertindak sebagai pembicara dalam dialog ekonomi pada Rapimnas Kadin 2018 di hotel Alila, Solo, Selasa (27/11 - 2018). (Solopos/Sunaryo HB)
28 November 2018 07:40 WIB Farida Trisnaningtyas Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) untuk saling berkoordinasi di antara para pelaku usaha dalam merespon berbagai dinamika ekonomi yang terjadi. Pembahasan kian intensif setelah Rapimnas dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, di Alila Hotel Solo, Selasa (27/11/2018).

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, mengatakan Rapimnas Kadin membahas berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha, seperti masalah kebijakan daftar negatif investasi (DNI) sebagai bagian dari paket kebijakan XVI yang saat ini masih menjadi pembahasan.

“Terkait hal itu, saat ini Kadin sedang menghimpun berbagai usulan dan masukan dari kalangan pelaku usaha dan asosiasi, utamanya bagi sektor usaha yang masuk ke dalam DNI," katanya, seusai  pembukaan Rapimnas Kadin.

Seperti diketahui, Rapimnas itu digelar dalam rangka menetapkan sasaran dan program kerja 2019, serta melakukan evaluasi terhadap koordinasi, sinkronisasi dan upaya sinergistik dalam perencanaan dan pelaksanaan program antar jajaran.

Selain pembahasan respon dunia usaha terhadap paket kebijakan ekonomi dan DNI, Rapimnas ketiga dalam kepengurusan periode 2015-2020 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Rosan P. Roeslani itu juga membahas upaya peningkatan ekspor nasional dalam kaitannya dengan pengembangan perdagangan dan industri sejalan dengan tema yang diusung, yakni Meningkatkan Ekspor dan Mendorong Pembangunan Industri yang Berdaya Saing Menuju Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Anindya Bakrie, mengatakan pokok pembahasan tersebut diambil dengan memperhatikan perkembangan perekonomian nasional dan internasional dengan segala tantangan dan permasalahannya, juga memperhatikan visi, misi dan program nawacita pemerintah, dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Tema ini ditetapkan dengan memperhatikan sepenuhnya dinamika ekonomi yang terjadi akhir-akhir ini, dengan masih terjadinya defisit neraca transaksi berjalan dan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Di samping itu, perlunya terus meningkatkan ekspor dan mendorong pembangunan industri yang berdaya saing," ungkap Anindya yang juga merupakan Ketua Panitia Pengarah Rapimnas Kadin 2018.