Anak-anak Berkebutuhan Khusus Pamer Karya di Rapimnas Kadin di Solo

Dua pemuda berkebutuhan khusus, Ahmad Priyadi, 22, dan Dian Oktavantio, 22, melukis di payung dan kain, Selasa (27 - 11) di Stand Kawasan Industri Kendal (KIK) dalam acara Batikvaganza di Alila Hotel Solo. (Solopos/Izzat Abidi)
28 November 2018 01:00 WIB Izzat Abidi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Batikvaganza yang memamerkan stan batik dari daerah Solo dan beberapa kota lain, merupakan rangkaian acara dari Rapimnas Kadin 2018 di Alila Hotel Solo (26-28/11/2018)

Selain memamerkan beragam batik khas Solo yang masih berupa kain maupun yang sudah jadi kemeja, baju, dan beraneka ragam fashion lainnya, juga memamerrkan beberapa makanan ringan, dan produk rumahan baik dari Solo dan daerah lain.

Salah satu yang menarik yakni  stan batik dari Kendal  yang memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Bangsa Kendal. Sekolah ini memiliki brand batik bernama  Batik Ekspresi Alam.

Batik ini  dilukis oleh anak-anak berkebutuhan khusus sebagai media eksperesi mereka. Menggunakan bahan alami dalam pewarnaannya, batik ini menunjukkan kekayaan alam Indonesia dan menujukkan bahwa anak berkebutuhan khusus dapat mengelola sumber daya alam yang ada.

Penggunaan pewarna alami juga aman untuk digunakan bagi pelanggan serta ramah lingkungan. Selain itu proses pembatik secara abstrak dari anak berkebutuhan khusus membuat produk Batik Ekspresi Alam lain dari pada yang lain. Kegiatan membatik ini juga menjadi terapi anak berkebutuhan khusus.

"Kami berusaha untuk memberdayakan anak berkebutuhan khusus bahwa mereka juga bisa berkreasi dan berkespersi," ucap kepala sekolah SLB Mutiara Bangsa, Nina Dewi Nurchipayana, pada Solopos.com Selasa (27/11/2018) di Alila Hotel Solo.

Sejak di didirikan tahun 2011 SLB Mutiara Bangsa memang memiliki tujuan pendidikan bagi para siswanya untuk dapat hidup mandiri, termasuk mandiri secara finansial salah satunya dengan berkarya lewat Batik Ekspresi Alam.

"Kan sia-sia kalau cuma menggambar di kertas atau cuma memotong-motong kertas biasa. Maka kami salurakan kegiatan itu untuk membantik. Sekaligus untuk terapi buat meraka [anak berkebutuhan khusus]," terang Nina.

Adapun hasil dari Batik Ekspresi Alam yang di pamerkan dalam acara Batikvaganza berupa kain batik, kaos lukis, payung lukis, dan tas lukis dan aksesori wanita. Yang di jual dari harga Rp130.000 sampai Rp1.800.000.

Kolom 7 hours ago

Jelalatan